TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM BAGI HASIL DENGAN AKAD SYIRKAH (Studi Kasus Pada Usaha Roti Bakar Day di Desa Taman Sari Kecamatan Gedong Tatan Kabupaten Pesawaran)

LUTFIA, RAFIDHA SARI (2024) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM BAGI HASIL DENGAN AKAD SYIRKAH (Studi Kasus Pada Usaha Roti Bakar Day di Desa Taman Sari Kecamatan Gedong Tatan Kabupaten Pesawaran). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 5 LUTFIA.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK LUTFIA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Syirkah merupakan salah satu akad kerja saama antara dua pihak atau lebih yang berserikat untuk menjalankan sebuah usaha dengan kententuan pembagian keuntungan, kerugian dan resiko ditanggung bersama (profit and lost sharing). Besaran modal yang diberikan boleh jadi sama atau berbeda sesuai dengan perjanjian yang dibuat. Dengan adanya syirkah dapat menjadi sebuah sinergi yang bagus dalam ekonomi masyarakat Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana praktik bagi hasil dengan menggunakan akad syirkah pada usaha roti bakar day di desa taman sari kecamatan gedongtataan kabupaten pesawaran? Dan bagaimana tinjauan hukum islam terhadap sistem bagi hasil pada usaha roti bakar day di desa tama sari kecamatan gedong tataan kabupaten pesawaran? Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data terdiri dari wawancara (interview), dokumentasi, dan observasi. Analisi data bersifat kualitatif yaitu metode untuk menghasilkan data deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: praktik bagi hasil yang di lakukan secara lisan dengan menyepakati beberapa ketentuan mengenai modal, mekanisme pengelolaan dan pembagian keuntungan di berikan setiap hari dengan ketentuan 50% : 30%, 50% untuk pengelola dan 30% untuk pemodal dan 20% dari keuntungan di kontribusikan untuk modal bahan-bahan selanjutnya dan jika teradi kerugian akan ditanggung oleh pengelola dalam praktiknya menemui beberapa kendala yaitu, naiknya harga bahan-bahan roti bakar dan sepinya pembeli roti bakar. Kedua, praktik sistem bagi hasil pada usaha roti bakar belum memenuhi syarat syirkah, yaitu pembagian keuntungannya tidak menggunakan persentase sesuai dengan porsi modal, dan juga pembagian keuntungan belum murni keuntungan karna keuntungan adalah hasil yang di dapatkan dari menjalankan suatu usaha setelah pengeluaran dan biaya terkait di kurangkan, sedangkan keutungan yang di maksud di bagi hasil ini masih dalam bentuk pendapatan, dan Begitu pula jika terjadi kerugian akan ditanggung oleh salah satu pihak saja. Kata Kunci : Bagi Hasil, Akad Syirkah, Hukum Islam. ABSTRACT Syirkah is a cooperative agreement between two or more parties who are affiliated to run a business with provisions for sharing profits, losses and risks that are borne jointly (profit and lost sharing). The amount of capital provided may be the same or different according to the agreement made. Having syirkah can create a good synergy in the community's economy The formulation of the problem of this research is what is the practice of profit sharing using a syirkah contract in the daily toast business in Taman Sari village, Gedongtataan subdistrict, Pesawaran district? And what is the Islamic law review of the profit sharing system in the Toast Day business in Tama Sari village, Gedong Tataan sub-district, Pesawaran district? The research method used is qualitative research with the type of field research. Data sources consist of primary data and secondary data. Data collection methods consist of interviews, documentation and observation. Data analysis is qualitative, namely a method for producing descriptive data. The research results show that: the practice of profit sharing is carried out verbally by agreeing on several provisions regarding capital, management mechanisms and profit sharing which is given every day with the provisions of 50%: 30%, 50% for managers and 30% for investors and 20% of Profits are contributed to capital for further ingredients and if a loss occurs it will be borne by the manager. In practice, they encounter several obstacles, namely, the increase in the price of toast ingredients and the lack of toast buyers. Second, the practice of the profit sharing system in the toast business does not meet the requirements of syirkah, namely the distribution of profits does not use a percentage according to the portion of capital, and also the distribution of profits is not pure profit because profits are the results obtained from running a business after expenses and related costs. deduct, while the profit referred to in this profit sharing is still in the form of income, and likewise, if a loss occurs, it will be borne by only one party. Keywords: Profit Sharing, Shirkah Agreement, Islamic Law.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 21 Oct 2024 04:28
Last Modified: 21 Oct 2024 04:28
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35960

Actions (login required)

View Item View Item