AYU, AFITASARI (2024) KONSEP KEKEKALAN AKHIRAT (KOMPARASI ESKATOLOGI ISLAM DAN KRISTEN). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK KONSEP KEKEKALAN AKHIRAT (KOMPARASI ESKATOLOGI ISLAM DAN KRISTEN) Oleh: AYU AFITASARI Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena dalam kehidupan manusia modern saat ini, yang ditandai dengan berbagai persoalan terkait kurangnya antusiasme masyarakat terhadap kajian�kajian, diskursus, atau buku-buku tentang Eskatologi. Sebagian lain justru menganggap remeh kajian-kajian tersebut. Diskursus mengenai ilmu Eskatologi sering kali tidak menarik minat masyarakat karena sering kali konsep atau interpretasi baru yang menimbulkan pertentangan di kalangan penganut agama itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan analisis yang menggambarkan keadaan atau fenomena dengan menjelaskan melalui kata-kata atau kalimat, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori untuk mencapai kesimpulan. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pustaka (library research), yang menggunakan buku-buku utama, artikel, dan jurnal sebagai sumber data utamanya, seperti "The Bible and The Future" karya Anthony Hoekema dan "Islam dan Filsafat Perenial" karya Frithjof Schuon (pengantar Sayyed Hossein Nasr). Semua data ini digunakan untuk mendeskripsikan konsep Kekekalan Akhirat dalam Komparasi Eskatologi Islam dan Kristen. Berdasarkan hasil analisis perbandingan mengenai penelitian ini. Eskatologi adalah cabang dari teologi yang mempelajari akhir zaman, kiamat, dan kekekalan akhirat. Perbedaan Eakatologi antara Frithjof Schuon dan Anthony Hoekema tentang pengharapan Eskatologis dari orang Kristen berpusat pada kedatangan Yesus Kristus. Sedangkan Frithjof Schuon menunjukkan bahwa Eskatologi mencakup dogma-dogma Eskatologis seperti sifat kekal surga dan neraka. Persamaan keduanya menekankan bahwa akhirat bukanlah tempat penghakiman atau hukuman, melainkan kelanjutan perjalanan spiritual. Bagi keduanya, akhirat digambarkan sebagai tempat di mana orang beriman akan bersama Tuhan dan mengalami kehidupan kekal, yang bebas dari dosa dan penderitaan neraka. Persamaan ini mencerminkan perspektif teologis bersama yang menekankan kesatuan dan kesinambungan pengalaman manusia, baik dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat nanti. Kata kunci: Kekekalan, Komparasi, Eskatologi. ABSTRACT KONSEP KEKEKALAN AKHIRAT (KOMPARASI ESKATOLOGI ISLAM DAN KRISTEN) By: AYU AFITASARI This research is motivated by a phenomenon in modern human life today, which is characterized by various problems related to the lack of public enthusiasm for studies, discourses or books on Eschatology. Others actually underestimate these studies. Discourses regarding the science of Eschatology often do not attract public interest because new concepts or interpretations often cause conflict among adherents of the religion itself. The method used in this research is qualitative method. A qualitative approach is an analysis that describes a situation or phenomenon by explaining it through words or sentences, which are then grouped by category to reach conclusions. This research is included in the library research category, which uses primary books, articles and journals as the main data sources, such as "The Bible and The Future" by Anthony Hoekema and "Islam and Perennial Philosophy" by Frithjof Schuon ( introduction Sayyed Hossein Nasr). All of this data is used to describe the concept of the eternity of the afterlife in a comparison of Islamic and Christian Eschatology. Based on the results of comparative analysis regarding this research. Eschatology is a branch of theology that studies the end times, apocalypse, and the eternity of the afterlife. The Euchatological differences between Frithjof Schuon and Anthony Hoekema regarding the Eschatological hopes of Christians center on the coming of Jesus Christ. Meanwhile, Frithjof Schuon shows that Eschatology includes Eschatological dogmas such as the eternal nature of heaven and hell. The similarities between the two emphasize that the afterlife is not a place of judgment or punishment, but rather a continuation of the spiritual journey. For both, the afterlife is described as a place where believers will be with God and experience eternal life, free from sin and the suffering of hell. This similarity reflects a shared theological perspective that emphasizes the unity and continuity of human experience, both in life on earth and in the afterlife. Keywords: Eternity, Comparison, Eschatology.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 21 Oct 2024 03:47 |
| Last Modified: | 21 Oct 2024 03:47 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35943 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


