LISA, WILLIANTI (2024) PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN BUDAYA LITERASI DI SMA NEGERI 1 TEGINENENG KABUPATEN PESAWARAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Untuk membudayakan kebiasaan membaca, pemerintah telah melaksanakan berbagai inisiatif untuk meningkatkan literasi. Beberapa program telah dirancang untuk mendorong perkembangan literasi, terutama di kalangan anak muda di Indonesia. Sekolah, sebagai lembaga pendidikan formal, memainkan peran penting dalam memperkuat budaya literasi. Kepala sekolah, sebagai pemimpin utama, sangat diperlukan untuk memajukan budaya literasi dan membentuk siswa agar memahami serta menghargai pentingnya literasi, baik untuk diri mereka sendiri maupun lingkungan mereka Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan budaya literasi di SMA N 1 Tegineneng Kabupaten Pesawaran. Metode yang peneliti gunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diperoleh dari beberapa narasumber, yaitu kepala sekolah, guru, kepala perpustakaan dan siswa. Teknik pengumpulan data yang dipilih meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait peran kepemimpinan kepala sekolah. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SMA N 1 Tegineneng memainkan peran penting dalam meningkatkan budaya literasi di sekolah melalui berbagai strateginya. Peran tersebut meliputi: menggerakkan, membimbing, memberi dorongan, memberi teladan. Dalam menggerakkan, kepala sekolah membentuk tim literasi yang melibatkan seluruh guru dalam tahap perencanaan hingga implementasinya. Selain itu, kepala sekolah juga membuat kebijakan dan mengintegrasikan kegiatan literasi ke dalam kurikulum sekolah. Dalam membimbing, kepala sekolah memberikan seminar pelatihan literasi kepada guru. Sedangkan bimbingan kepada siswa dilakukan melalui program membaca bersama dan literasi digital. Dalam memberi dorongan, dilakukan dengan memberikan reward, kepala sekolah juga menyediakan fasilitas yang memadai seperti pojok baca di setiap kelas, perpustakaan dengan koleksi buku yang lengkap. Peran memberi teladan dilakukan dengan mengikuti kegiatan membaca 15 menit sebelum istirahat bersama siswa dan memberikan contoh bagaimana cara membaca puisi yang benar kepada para siswa. Kesimpulan, peran kepala sekolah yang efektif dan inspiratif menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk peningkatan budaya literasi di sekolah. Kata Kunci: Kepemimpinan, Kepala Sekolah, Budaya Literasi iii ABSTRACT To facilitate reading habits, the government has implemented various initiatives to improve literacy. Several programs have been designed to encourage literacy development, especially among young people in Indonesia. Schools, as institutions, played an important role in strengthening literacy culture. School leaders, as leading leaders, were essential to advancing literacy culture and shaping students to understand and appreciate the importance of literature culture, both for themselves and their surroundings. This research aimed to understand the role of the head of school leadership in the improvement of literacy culture in High School state 1 Tegineneng district of Pesawaran. The methods used by the researcher are qualitative, methods with the type of descriptive qualitative research. The Data sources were obtained from several sources, namely the head of the school teacher, the library, and students. The data collection techniques chosen included interviews, observations, and documentation related to the principal's leadership role. Data analysis in this study was conducted using data reduction, data presentation, and data verification. The results of the research show that the head of High School State 1 Tegineneng plays an important role in improving literacy culture in school through various strategies. These roles included :Moving, guiding, encouraging, and giving an example. In the movie, the head of the school formed a literacy team that involved the entire teacher in the planning phase of its implementation. In addition, the head of the school also makes policies and integrates literacy activities into the school curriculum. While guiding, students is done through joint reading programs and digital literacy. In giving incentives, done by giving rewards, the head of the school also provides adequate facilities, such as a reading corner in each classroom, and a library with a complete collection of books. The role of example is done by following a 15-minute reading activity before a break with the students and giving examples of how to read the correct poetry to the students. In conclusion, the head of high school state 1 beginning plays an important role in improving literacy culture in schools through its various strategies, such as moving, guiding, giving, incentives, and inspiring, head of school leadership is key in creating an environment conducive to the improvement literature culture in schools. Keywords: Leadership, Head Of School, Literacy Culture
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Manajemen Pendidikan Islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 14 Oct 2024 05:24 |
| Last Modified: | 14 Oct 2024 05:25 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35845 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


