FARHAN, DZIKRI RABBANY (2024) UPAYA GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA AKHLAK PESERTA DIDIK DI MTS AN-NUUR GUPPI MOJOPAHIT LAMPUNG TENGAH. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Pembinaan dan pengajaran merupakan aspek penting bagi kehidupan manusia. Untuk itu eksistensi pendidikan sangat diperlukan, karena ia akan bertanggung jawab dalam pembentukan pribadi anak. Terutama pendidikan agama yang berhubungan dengan akhlak, baik penanaman pendidikan tersebut dilakukan pada lembaga- lembaga formal, informal, maupun nonformal. Pembentukan pribadi anak sejalan dengan tujuan Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, yaitu “Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” Di MTs An-Nuur Guppi Mojopahit Lampung Tengah banyak upaya yang dilakukan guru dalam membina Akhlak mulia yaitu guru di sekolah dijadikan sebagai public figure untuk peserta didik-siswi sehingga harus memberikan contoh yang baik dan benar, dengan meminta kepada peserta didik melakukan pembiasaan seperti mengucapkan salam ketika bertemu, menghormati guru dan orang tua, sopan serta santun sesuai dengan apa yang di ajarkan dalam pembelajaran dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Salah satu alasan penulis memilih mata pelajaran Akidah Akhlak ini adalah karena mata pelajaran ini sangat dekat dengan pembinaan akhlak peserta didik. Dalam penelitian yang dilakukan peneliti di sekolah tersebut, peneliti menemukan 4 akhlak tercela yaitu peserta didik yang mempunyai sikap dendam, suka memfitnah, ghibah dan namimah. Upaya yang dilakan guru akidah akhlak dalam membina akhlak peserta didik adalah dengan Menanamkan nilai-nilai agama sebagai dasar landasaran penerapan akhlak terpuji dalam proses pembelajaran maupun ekstrakurikuler, Menjadi uswatun hasanah bagi peserta didik, Mengadakan kegiatan keagamaan dengan melibatkan siswa ikut andil dalam kepanitiaan dan acara tersebut, selain menambah wawasan keagaam dan penerapan akhlak terpuji, siswa juga dapat melatih skill kemampuannya dalam acara tersebut. Menegur peserta didik yang mempunyai akhlak yang buruk, karena akhlak yang buruk itu menular dan akan mempengaruhi rekan-rekan yang lainnya, jadi guru akidah akhlak harus terus berupaya untuk merubah dan menanamkan nilai-nilai akhlak terpuji dalam diri peserta didik tersebut. Kata Kunci : Akhlak, Guru, Membina, Akidah Akhlak, iii ABSTRACT Coaching and teaching are important aspects of human life. For this reason, the existence of education is very necessary, because it will be responsible for the formation of a child's personality. Especially religious education which is related to morals, whether this education is carried out in formal, informal or non-formal institutions. The personal formation of children is in line with the objectives of National Education as stated in Law No. 20 of 2003 concerning the national education system, namely "National Education aims to develop the potential of students so that they become human beings who believe in and are devoted to God Almighty, have noble character, are healthy, knowledgeable, capable, creative, independent, and a democratic and responsible citizen" At MTs An-Nuur Guppi, Mojopahit, Central Lampung, many efforts are made by teachers in fostering noble morals, namely teachers at school are used as public figures for students so they must provide good and correct examples, by asking students to make habits such as saying hello. when meeting, respect teachers and parents, be polite and courteous in accordance with what is taught in the lesson and in accordance with the expected goals. One of the reasons the author chose this Aqidah Moral subject is because this subject is very close to the moral development of students. In research conducted by researchers at the school, researchers found 4 despicable morals, namely students who have a vengeful, likes to slander, backbiting, namimah Efforts made by moral aqidah teachers in developing students' morals are by instilling religious values as the basis for implementing commendable morals in the learning process and extracurricular activities, becoming uswatun hasanah for students, holding religious activities by involving students in taking part in committees and events. Apart from increasing religious insight and implementing commendable morals, students can also practice their skills in this event. Reprimand students who have bad morals, because bad morals are contagious and will affect other colleagues, so moral aqidah teachers must continue to strive to change and instill commendable moral values in these students. Keywords: Morals, Teacher, Building, Moral Creed,
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 10 Oct 2024 04:45 |
| Last Modified: | 10 Oct 2024 04:45 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35807 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


