RISKI, AYU LESTARI (2024) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENYEWA DALAM PEMUTUSAN SEPIHAK PADA TRANSAKSI SEWA MENYEWA DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi di Kost Nashu Kelurahan Korpri Jaya Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Sewa menyewa (Ija>rah) dimaknai sebagai proses perjanjian para pihak, di mana salah satu pihak berkedudukan sebagai penyedia barang/jasa (mu`jir) dan pihak yang lain berkedudukan sebagai pengguna/penerima manfaat dari suatu barang/jasa (musta`jir). Pada masa sekarang ini transaksi sewa menyewa sudah banyak dilakukan oleh berbagai kalangan salah satunya kalangan mahasiswa. Jika suatu saat perjanjian ini dilanggar atau diingkari, hal ini akan menjadi sebuah permasalahan yang perlu untuk diselesaikan dengan mempertimbangkan segala aspek yang ada, karena masing-masing pihak mempunyai kewajiban dan hak yang harus dipenuhinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang langsung dilakukan dilapangan atau responden. Selanjutnya analisis data dengan menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu menganalisa data yang terkumpul kemudian di analisis untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap penyewa dalam pemutusan sepihak pada transaksi sewa menyewa dalam tinjauan hukum Islam di kost Nashu Bandar Lampung. Hasil dari penelitian menunjukkan perlindungan hukum terhadap penyewa dalam pemutusan sepihak pada transaksi sewa menyewa di kost Nashu bandar Lampung berupa pemberian ganti rugi pengembalian uang sewa yang tersisa kepada penyewa. Pemilik kost di sini telah lalai dalam memenuhi kewajibannya karena pemilik kost tersebut melakukan pemutusan secara sepihak sedangkan masa sewa belum selesai. Pemilik kost ini tidak mengembalikan uang sewa sesuai dengan kesepakatannya dengan penyewa saat melakukan pemutusan sepihak, dalam hal ini pemilik kost tidak menerapkan perlindungan hukum bagi penyewa yang telah dirugikan. Perlindungan hukum terhadap penyewa dalam pemutusan sepihak pada transaksi sewa menyewa dalam tinjauan hukum Islam di kost Nashu Bandar Lampung tidak sesuai, karena dalam pemutusan sewa menyewa pihak penyewa mengalami kerugian dalam pengembalian ganti rugi yang diberikan oleh pemilik kost yang tidak sesuai dengan kesepakatan pada saat pemutusan sewa menyewa dilakukan. Sesuai Fatwa DSN-MUI No. 43 Tahun 2004 tentang ganti rugi yaitu mengenai besarnya ganti rugi harus sesuai dengan kerugian riil dalam hal ini belum terlaksana semua, pihak pemilik kost hanya mengganti setengah dari kerugian yang dialami oleh penyewa. Kata Kuci : Sewa Menyewa, Pemutusan Sepihak dalam Hukum Islam, Perlindungan Hukum.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 01 Oct 2024 03:11 |
| Last Modified: | 01 Oct 2024 03:11 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35541 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


