Putri, Ulandari and Kiki, Muhamad Hakiki and Abuzar, Al-Ghifari PEMAKNAAN KATA ‘YATAMA’ DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Al-Ibriz Karya Bisri Mustofa). Al Qalam : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan.
|
PDF
Download (2MB) |
Abstract
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran K.H Bisri Mustofa dalam menafsirkan ayat-ayat yatim melalui salah satu karyanya Tafsīr Al-Ibrīz Fī M‘arifah Tafsīr Al-Qur’a>n Al-‘azīz. Tafsir ini adalah tafsir lokal yang ditulis dengan menggunakan arab pegon Jawi. Jenis penelitian ini adalah penelitian library research. Penelitian ini menggunakan metode penelitian maud}hu’ī. Bisri mendefinisikan al-yatīm sebagai anak yang kehilangan bapaknya sebelum berusia baligh. Di samping itu, Bisri Mustofa sangat meyakini bahwa Islam merupakan agama kasih sayang yang saling mengasihi, terutama terhadap anak yatim, bahkan Allah memerintahkan kita untuk berhubungan baik dengan anak yatim seperti hubungan persaudaraan. Dalam menafsirkan ayat tentang yatim Bisri Mustofa menggunakan tingkatan bahasa jawa (unggah-ungguh) yakni: Krama Inggil (sangat halus), Krama Madya (biasa), Ngoko (kasar). Penggunaan kehalusan dan kekerasan diksinya bergantung pada pihak-pihak yang berdialog. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pembaca untuk memahami dan mengungkapkan maksud ayat yang ditafsirkanya. Kata Kunci: Yati>m,Al-Ibrīz,Bisri Mustofa. Abstrak This research aims to find out how K.H Bisri Mustofa thinks in interpreting orphan verses through one of his works Tafsīr Al-Ibrīz Fī M‘arifah Tafsīr Al�Qur’a>n Al-‘azīz. This tafsir is a local tafsir written using Jawi pegon Arabic. This type of research is library research. This research uses the maud}hu’ī research method. Bisri defines al-yatīm as a child who loses his father before reaching puberty. Apart from that, Bisri Mustofa firmly believes that Islam is a religion of compassion that loves one another, especially towards orphans, in fact Allah commands us to have a good relationship with orphans like a brotherly relationship. In interpreting the verse about orphans, Bisri Mustofa uses Javanese language levels (unggah-ungguh), namely: Krama Inggil (very fine), Krama (fine), Madya (ordinary), Ngoko (coarse). The use of subtlety and harshness of diction depends on the parties in the dialogue. This aims to make it easier for readers to understand and express the meaning of the verses they interpret. Keywords: Orphan,Al-Ibrīz,Bisri Mustofa.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Sep 2024 07:43 |
| Last Modified: | 18 Sep 2024 07:43 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35368 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


