PRAKTIK UTANG PIUTANG EMAS DIBAYAR UANG DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARI’AH (Studi di Kelurahan Pringsewu Utara Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung)

RIYUN, ARIYUNA (2024) PRAKTIK UTANG PIUTANG EMAS DIBAYAR UANG DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARI’AH (Studi di Kelurahan Pringsewu Utara Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 5.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK RIYUN.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Pada dasarnya utang-piutang merupakan kegiatan muamalah yang mengandung nilai ta’awun atau tolong-menolong dan merupakan akad yang tidak semestinya dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan atau imbalan melainkan dimaksudkan untuk mendapatkan pahala dan balasan dari Allah Swt. utang piutang merupakan ibadah sosial yang memiliki porsi tersendiri dalam pandangan Islam, yakni pada niat tolong-menolong dan hal tersebut merupakan suatu anjuran untuk membantu sesama. Utang-piutang bertujuan untuk menghilangkan kesulitan yang dialami oleh pihak yang kekurngan atau pihak yang membutuhkan secara finansial. Praktik utang-piutang yang terdapat dalam penelitian ini bertujuan untuk membantu sesama. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana Praktik Utang Piutang Emas Dibayar Uang di Kelurahan Pringsewu Utara Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung dan Bagaimana Perspektif Hukum Ekonomi Syari’ah terhadap Praktik Utang Piutang Emas Dibayar Uang di Kelurahan Pringsewu Utara Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang langsung dilakukan dilapangan atau responden. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung melaui wawancara dan dokumentasi, sementara data sekunder merupakan informasi lebih lanjut yang berkenaan dengan masalah penelitian dari literatur atau penelitian terdahulu. metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dengan menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu menganalisa data yang terkumpul kemudian di analisis untuk mengetahui bagaimana praktik utang-piutang emas di Kelurahan Pringsewu Utara Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa praktik utang-piutang emas dibayar uang di Kelurahan Pringsewu Utara Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung ini sudah memenuhi rukun dan syarat utang-piutang, namun pada saat pengembalian utang belum sesuai karena peminjam tidak mengembalikan utang sesuai dengan apa yang telah disepakati diawal akad yaitu berupa emas, peminjam mengembalikan utang berupa uang yang peminjam dapat ketika menjual emas. Dalam hukum ekonomi syari’ah mayoritas ulama berpendapat bahwa naik-turunnya nilai tukar uang tidak berpengaruh dalam pelunasan utang, maka utang yang dibayar saat pelunasan harus sama jumlahnya dengan utang pada saat dipinjam tanpa memperhitungkan naik-turunnya nilai tukar uang. Begitupun jika berhutang emas maka dikembalikan berupa emas, namun boleh juga mengembaltikan dengan barang jenis lain tetapi harus sesuai dengan jumlah barang yang dipinjam, dalam aturan fiqihnya utang tidak boleh ada kurang dan tambahan antara yang dipinjam dan yang dikembalikan. Kata Kuci : Utang Piutang Emas, Hukum Islam. ABSTRACT Basically, debts and receivables are muamalah activities that contain the value of ta'awun or mutual help and are contracts that should not be used to obtain profits or rewards but are intended to obtain rewards and rewards from Allah SWT. Debts and receivables are a social act of worship which has its own portion in the Islamic view, namely the intention to help and this is an encouragement to help others. Debts aim to eliminate difficulties experienced by parties who are lacking or parties who are in financial need. The debt and receivable practices contained in this research aim to help others. The formulation of the problem in this research is How the Practice of Paying Gold Debts and Receivables in North Pringsewu Subdistrict, Pringsewu District, Pringsewu Regency, Lampung Province and What is the Perspective of Sharia Economic Law on the Practice of Paying Gold Debts and Receivables in North Pringsewu Subdistrict, Pringsewu District, Pringsewu Regency, Lampung Province. This type of research is field research, namely research that is directly carried out in the field or on respondents. Data sources consist of primary and secondary data. Primary data is obtained directly through interviews and documentation, while secondary data is further information relating to the research problem from literature or previous research. The data collection methods used in this research were observation, interviews and documentation. Next, analyze the data using the descriptive analysis method, namely analyzing the collected data and then analyzing it to find out how gold debts are practiced in North Pringsewu Village, Pringsewu District, Pringsewu Regency, Lampung Province. The results of the research show that the practice of paying gold debts in cash in North Pringsewu Village, Pringsewu District, Pringsewu Regency, Lampung Province has fulfilled the pillars and requirements of the debts, but at the time of debt repayment it was not appropriate because the borrower did not return the debt in accordance with what had been agreed upon. At the beginning of the contract, namely in the form of gold, the borrower returns the debt in the form of money that the borrower got when selling the gold. In sharia economic law, the majority of ulama are of the opinion that the rise and fall of the money exchange rate has no effect on debt repayment, so the debt paid when repaid must be the same amount as the debt when borrowed without taking into account the rise and fall of the money exchange rate. Likewise, if you owe gold then it will be returned in the form of gold, but you may also return it with other types of goods but it must be in accordance with the amount of the goods borrowed, according to the rules of fiqh, there cannot be any excess or excess between what is borrowed and what is returned. Keywords: Gold Debts and Receivables, Islamic Law.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 12 Sep 2024 07:31
Last Modified: 12 Sep 2024 07:31
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35294

Actions (login required)

View Item View Item