IMPLEMENTASI ICE BREAKING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VII DI SMP NEGERI 31 BANDAR LAMPUNG

FERONIKA, HAFIZAH (2024) IMPLEMENTASI ICE BREAKING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VII DI SMP NEGERI 31 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI BAB 1 & BAB 5.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL FERONIKA HAFIZAH.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Proses pembelajaran di kelas merupakan inti dari pendidikan, namun ketika pembelajaran berlangsung sering kali, kejenuhan dan kebosanan muncul dalam setiap kegiatan pembelajaran sehingga menggangu konsentrasi peserta didik. Akibatnya, suasana belajar di kelas menjadi kurang kondusif, kaku, dingin, dan tidak menyenangkan. Untuk mengatasi tantangan ini, guru perlu lebih dari sekadar menyampaikan materi pelajaran. Mereka harus menjadi inovatif dan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Penting bagi guru untuk memperhatikan cara mereka menyampaikan materi agar dapat diterima dengan baik oleh peserta didik salah satunya yaitu menggunakan kegiatan ice breaking. Dengan adanya ice breaking, suasana kelas menjadi lebih menyenangkan, dan peserta didik menjadi lebih tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran dengan semangat serta minat belajar yang lebih baik Berdasarkan hal tersebut, terdapat tiga fokus dalam penelitian ini yaitu : (1) Mengetahui perencanaan pengimpelentasian ice breaking pada mata pelajaran pendidikan agama islam kelas VII di SMP Negeri 31 Bandar Lampung. (2) Mengetahui pelaksanaan ice breaking pada mata pelajaran pendidikan agama islam kelas VII di SMP Negeri 31 Bandar Lampung. (3) Mengetahui evaluasi pengimpelentasian ice breaking pada mata pelajaran pendidikan agama islam kelas VII di SMP Negeri 31 Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, dimana data yang didapatkan di lokasi penelitian terkumpul dan dianalisis dalam bentuk pernyataan atau kalimat. Subjek penelitian ini adalah peserta didik dan guru pendidikan agama islam di kelas VII SMP Negeri 31 Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model Miles and Huberman, yaitu teknik pengumpulan data melalui tiga tahap : (1) reduksi data, (2) data iii display (penyajian data), (3) penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan data dilakukan dengan mengunakan teknik triangulasi sumber data. Hasil penelitan ini, adalah (1) Adapun beberapa perencanaan yang perlu di persiapkan oleh guru sebelum melaksanakan kegiatan ice breaking di Kelas VII SMP Negeri 31 Bandar Lampung, yaitu : a) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, b) Melihat kondisi peserta didik, c) Mempersiapkan alat, d) Mencari informasi. (2) Mengenai pelaksanaan ice breaking di Kelas VII SMP Negeri 31 Bandar Lampung, Terdapat beberapa jenis ice breaking yang dilakukan di kelas VII, yaitu : a) Ice breaking Yel-Yel, b) Ice breaking Tepuk Angka, c) Ice Breaking Gerak Tubuh. Dalam waktu pelaksanaanya ice breaking terbagi atas dua waktu yaitu : ice breaking yang terjadi secara terencana, dan ice breaking yang dilakukan tanpa perencanaan terlebih dahulu atau spontan.(3) Mengenai evaluasi kegiatan ice breaking terdapat perbedaan suasana antara sebelum dan sesudah diberikannya ice breaking di kelas, beberapa perbedaan suasana yaitu : pertama, Ice breaking mampu menciptakan suasana yang kompak dan menyenangkan, kedua ice breaking mampu mengatasi rasa jenuh, ketiga ice breaking mampu menciptakan suasana nyaman di kelas, dan keempat ice breaking mampu membangun kepercayaan diri peserta didik. Kata Kunci : Implementasi, Ice Breaking iv ABSTRACT Classroom learning is the core of education, but during the learning process, boredom and fatigue often arise in various activities, disrupting student concentration. As a result, the learning atmosphere in the classroom becomes less conducive, rigid, cold, and unenjoyable. To address these challenges, teachers need to do more than just deliver lessons. They must be innovative and create an engaging learning environment. It is crucial for teachers to pay attention to how they deliver the material so that it can be well�received by students, one of the ways being the use of ice-breaking activities. With ice breaking, the classroom atmosphere becomes more enjoyable, and students become more interested in participating in the learning process with better enthusiasm and motivation. Based on this, there are three focuses of this research: (1) Understanding the planning of ice breaking implementation in the Islamic religious education subject for Grade VII at SMP Negeri 31 Bandar Lampung. (2) Understanding the execution of ice breaking in the Islamic religious education subject for Grade VII at SMP Negeri 31 Bandar Lampung. (3) Understanding the evaluation of ice breaking implementation in the Islamic religious education subject for Grade VII at SMP Negeri 31 Bandar Lampung. The method used in this research is field research with a qualitative approach, where the data collected on-site is analyzed in the form of statements or sentences. The subjects of this research are the students and the Islamic religious education teacher in Grade VII of SMP Negeri 31 Bandar Lampung. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. This research employs Miles and Huberman's data analysis model, which involves three stages: (1) data reduction, (2) data display, (3) conclusion drawing. Data verification is done using source triangulation techniques. v The results of this research are: (1) Several preparations need to be made by the teacher before conducting ice-breaking activities in Grade VII at SMP Negeri 31 Bandar Lampung, which include: a) Preparing the Lesson Plan, b) Assessing student conditions, c) Preparing tools, d) Seeking information. (2) Regarding the execution of ice breaking in Grade VII at SMP Negeri 31 Bandar Lampung, there are several types of ice breaking conducted, namely: a) Cheer Ice Breaking, b) Number Clap Ice Breaking, c) Physical Movement Ice Breaking. The timing of ice breaking is divided into two: planned ice breaking and spontaneous ice breaking. (3) Regarding the evaluation of ice-breaking activities, there are noticeable differences in the classroom atmosphere before and after ice breaking is implemented, which include: first, ice breaking can create a cohesive and enjoyable atmosphere; second, ice breaking can overcome boredom; third, ice breaking can create a comfortable classroom atmosphere; and fourth, ice breaking can build students' confidence. Keywords : implementation, ice breaking

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 29 Aug 2024 03:54
Last Modified: 29 Aug 2024 03:54
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35007

Actions (login required)

View Item View Item