FORMULASI PAKAN AMPAS TAHU DAN EKSTRAK CACING TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus)

Ratih, Agustina (2024) FORMULASI PAKAN AMPAS TAHU DAN EKSTRAK CACING TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of COVER, BAB 1, BAB 2, DAPUS.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of FULL SKRIPSI Ratih Agustina.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian wilayahnya merupakan perairan yang cukup luas, dimana di dalamnya terdapat banyak jenis ikan yang baik untuk dikonsumsi penduduk Indonesia salah satu jenis ikan di indonesia yaitu ikan lele sangkuriang memiliki nama latin atau ilmiah yaitu Clarias gariepinus. Terdapat berbagai masalah yang menjadi kendala bagi sub bidang perikanan dalam menyongsong era globalisasi kedepan dengan cara memanfaatkan limbah ampas tahu dan untuk menggantikan atau substitusi pakan komersil dengan pakan alternatif yang memiliki nilai jual yang lebih rendah dan memiliki nilai protein yang cukup tinggi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang di teliti selama 35 hari dengan frekuensi pengecekan ikan dilakukan sebanyak 5 kali dengan rentang waktu pengecekan 7 hari sekali. Pemeliharaan ikan lele sangkuriang dilakukan dikolam terpal sebanyak 4 buah dengan panjang 1m, lebar 1m dan tinggi 50cm. Ikan lele sangkuriang digunakan sebanyak 10 ekor pada setiap kolam terpal. Temuan penelitian yang didapatkan yaitu pada berat mutlak pada perlakuan P0 mencapai pertumbuhan berat mutlak tertinggi dengan rata-rata sebesar 2,39gr. Perlakuan P1 menunjukkan nilai rata�rata yang sedikit lebih rendah sebesar 2.23gr. sementara itu perlakuan P2 menunjukkan penurunan lebih lanjut mencapai 1,92gr. Perlakuan P3 menunjukkan hasil terendah dalam penelitian ini sebesar 1.77gr. Hasil penelitian pada SGR menunjukkan P0 memiliki nilai tertinggi dengan rata-rata 7%. Sementara itu kelompok perlakuan P1 menunjukan SGR yang sedikit lebih rendah sebesar 6%. Perlakuan P2 dan P3 menunjukkan SGR yang sama sebesar 5%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada perlakuan P0 panjang mutlak mencapai 5,4cm. Sementara itu, pada perlakuan P1 panjang mutlak sedikit lebih rendah mencapai 5,15cm. Perlakuan P2 menunjukkan penurunan yang lebih signifikan mencapai 3,8cm dan hasil terendah diamati pada perlakuan P3 hanya mencapai 2,8cm. Hasil pengamatan Feed Conversion Rate (FCR) menunjukkan P0 FCR terbaik dengan nilai 0,41. Pada perlakuan P1, nilai FCR sedikit meningkat menjadi 0,46. iv Perlakuan P2 dan P3 menunjukkan peningkatan yang lebih besar dalam FCR dengan nilai masing-masing sebesar 0,49 dan 0,52. Ditarik kesimpulan pada 4 perlakuan dengan parameter pengamatan berat mutlak, SGR, panjang mutlak dan FCR dengan nilai mencapai tertinggi pada perlakuan P0. Kata Kunci : Formulasi Pakan Ampas Tahu Dan Ekstrak Cacing Tanah, Lampung v ABSTRACT Indonesia is an archipelagic country, part of whose territory is quite extensive waters, where there are many types of fish that are good for Indonesian people to consume. One type of fish in Indonesia is the Sangkuriang catfish which has the Latin or scientific name Clarias gariepinus. There are various problems that become obstacles for the fisheries sub-sector in welcoming the future era of globalization by utilizing tofu dregs waste and replacing or substituting commercial feed with alternative feed that has a lower selling value and has a fairly high protein value. This research used a Completely Randomized Design (CRD) method which was studied for 35 days with the frequency of checking fish carried out 5 times with a checking period of once every 7 days. Raising sangkuriang catfish is carried out in 4 tarpaulin ponds with a length of 1m, width of 1m and height of 50cm. 10 Sangkuriang catfish were used in each tarpaulin pond. The research findings obtained were that the absolute weight in the P0 treatment achieved the highest absolute weight growth with an average of 2.39g. Treatment P1 showed a slightly lower average value of 2.23gr. Meanwhile, treatment P2 showed a further decrease reaching 1.92g. The P3 treatment showed the lowest results in this study at 1.77gr. The results of research on SGR show that P0 has the highest value with an average of 7%. Meanwhile the P1 treatment group showed a slightly lower SGR of 6%. Treatments P2 and P3 show the same SGR of 5%. The observation results showed that in the P0 treatment the absolute length reached 5.4cm. Meanwhile, in treatment P1 the absolute length was slightly lower, reaching 5.15cm. Treatment P2 showed a more significant reduction reaching 3.8cm and the lowest results were observed in treatment P3 only reaching 2.8cm. Feed Conversion Rate (FCR) observation results show the best P0 FCR with a value of 0.41. In treatment P1, the FCR value increased slightly to 0.46. Treatments P2 and P3 showed greater increases in FCR with values of 0.49 and 0.52, respectively. Conclusions were drawn on the 4 treatments with the observation vi parameters of absolute weight, SGR, absolute length and FCR with the highest values in treatment P0. Keywords: Tofu Dregs Feed Formulation and Earthworm Extract, Lampung

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Biologi
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Biologi
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 19 Aug 2024 07:35
Last Modified: 19 Aug 2024 07:35
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34818

Actions (login required)

View Item View Item