Sumarni, Buyung (2024) PENENTUAN UPAH PENARIK PERAHU NELAYAN DALAM HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di Desa Sekunyit Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Ijarah merupakan sewa-menyewa jasa tenaga manusia dengan adanya imbalan atau upah. Dalam teori syarat-syarat pengupahan (ujrah) untuk pekerjaan atas seorang buruh atau pekerja harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya, upah harus berwujud harta atau benda yang nyata jenisnya serta ukurannya. Upah harus jelas, artinya sebelum pekerjaan dilaksanakan harus sudah ada ketentuan yang pasti tidak boleh gharar. Dalam praktek pengupahan kelompok penarik perahu nelayan di Desa Sekunyit Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, upah buruh diberikan berdasarkan hasil pendapatan nelayan. Jika pendapatan nelayan banyak maka kelompok buruh akan diberi upah sesuai. Jika pendapatan nelayan sedikit maka kelompok buruh akan diberi upah seadanya. Jika nelayan tidak memperoleh pendapatan sama sekali maka secara otomatis kelompok buruh tidak mendapatkan upah. Rumusan masalah dalam penelitia ini adalah Bagaimana Penentuan upah penarik perahu nelayan di Desa Sekunyit Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu dan Bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap pembagian upah kerja sama penarik perahu nelayan di Desa Sekunyit Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada para nelayan di Desa Sekunyit Kecamatan. Sumber data yang penulis gunakan adalah terdiri dari sumber data primer yaitu data-data yang diperoleh dari hasil wawancara dan dokumentasi dan sumber data sekunder yaitu data-data yang diperoleh dari penelaahan buku�buku yang berkaitan dan menunjang penelitian ini. Setelah data terkumpul penulis melakukan analisa data dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Setelah melakukan penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa Sistem kerja sama yang dilakukan di desa Sekunyit menggunakan teori ijarah. Dalam sewa jasa penarik perahu tidak ada perjanjian antara nelayan dan buruh. Siapa yang ingin mengangkat perahu langsung datang kepantai, atas kemauan sendiri dan tidak menunggu panggilan nelayan. Penarikan perahu dilakukan dengan sistem berkelompok. Dalam satu kelompok terdiri dari empat orang buruh penarik perahu nelayan. Berdasarkan teori ijarah pengupahan penarik perahu di Desa Sekunyit Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu “mubah” atau boleh karena sudah memenuhi syarat dan rukunnya. Kata Kunci : Upah, Ijarah, Penarik Perahu Nelayan. ABSTRACT Ijarah is the rental of human labor services with compensation or wages. In theory, the wage requirements (ujrah) for the work of a laborer or employee must meet several requirements, including, wages must be in the form of assets or objects that are tangible in type and size. Wages must be clear, meaning that before the work is carried out there must be definite provisions that cannot be violated. In the practice of wages for fishing boat towing groups in Sekunyit Village, Permanent District, Kaur Regency, Bengkulu Province, workers' wages are given based on the fishermen's income. If fishermen earn a lot of income, the labor group will be given the appropriate wage. If the fishermen's income is low, the labor group will be given minimal wages. If fishermen do not earn any income at all, the labor group will automatically not receive wages. The formulation of the problem in this research is how to determine wages for towing fishing boats in Sekunyit Village, Permanent District, Kaur Regency, Bengkulu Province and how to review Sharia Economic Law on the distribution of wages for fishing boat towing workers in Sekunyit Village, Permanent District, Kaur Regency, Bengkulu Province. This research is field research conducted on fishermen in Sekunyit Village, District. The data sources that the author uses consist of primary data sources, namely data obtained from interviews and documentation and secondary data sources, namely data obtained from reviewing books that are related to and support this research. After the data was collected, the author analyzed the data using descriptive qualitative methods. After conducting research and analysis, it can be concluded that the cooperation system implemented in Sekunyit village uses the ijarah theory. In renting boat towing services there is no agreement between fishermen and workers. Anyone who wants to lift a boat will come straight to the beach, of their own accord and not wait for the fishermen's call. Boat towing is carried out using a group system. One group consists of four workers pulling fishing boats. Based on the ijarah theory, wages for boat pullers in Sekunyit Village, Permanent District, Kaur Regency, Bengkulu Province are "mubah" or permissible because they fulfill the requirements and harmony. Keywords: Wages, Ijarah, Fishing Boat Towing.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 12 Aug 2024 03:59 |
| Last Modified: | 12 Aug 2024 03:59 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34603 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


