Saskia, Oetari (2024) MAKNA DAN NILAI PADA PROSESI PERNIKAHAN ADAT SUKU DAYA DI DESA PAJAR BULAN KECAMATAN LENGKITI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (1MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Makna dan Nilai Pada Prosesi Pernikahan Adat Suku Daya di Desa Pajar Bulan Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan makna simbolik serta mengetahui nilai-nilai religius yang termuat pada setiap prosesi pernikahan adat suku daya di Desa Pajar Bulan Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dalam hal ini agar masyarakat suku daya bukan hanya mengetahui pelaksanaan prosesi pernikahan, namun memahami makna-makna dan nilai religius yang terkandung pada setiap tradisi pada prosesi pernikahan suku daya. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian field research dan menggunakan pendekatan sosiologi dan pendekatan antropologi. Prosedur pengumpulan data untuk mendukung penelitian dilakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan beberapa informan penelitian ini, yaitu melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat desa Pajar Bulan. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, skripsi, dan sumber lainnya yang relevan untuk menunjang penelitian sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosesi pernikahan adat suku daya memiliki tiga tahapan yakni, tahapan sebelum pernikahan tahapan saat pernikahan, dan tahapan setelah pernikahan. Adapun makna simbol pada pernikahan suku daya yang mempunyai arti dan harapan yang erat kaitannya dengan berkelangsungan terhadap kehidupan rumah tangga kedua mempelai pengantin. Prosesi ngehawos terdapat yakni: gula, garam, mbua (abu dapur), cabai, beras, dan kelapa menjadi simbol penyambutan sebagai pernyataan pembicaraan antar maksud dan tujuan pihak laki-laki. Penguntonan terdapat simbol yaitu daun sirih dan getah bermakna sebagai harapan semoga calon pengantin dapat selalu bersama-sama, tradisi ngantak tungkok terdapat benda-benda seperti ayam, beras, gula, garam, minyak dan kelapa disimbolkan sebagai sikap tolong-menolong masyarakatnya. Ngantak yabiya ialah sebagai simbol perjanjian mengenai penetapan waktu. Nilai religius yang termuat dalam pernikahan masyarakat suku daya di Desa Pajar Bulan salah satunya akad nikah dan kilu pengatu. Kata kunci: Makna, Religius, Pernikahan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Perbandingan Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 07 Aug 2024 08:02 |
| Last Modified: | 07 Aug 2024 08:02 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34501 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


