BUDAYA MASYARAKAT BALI KOGA DALAM HIDUP MEMBALI DI LAMPUNG SELATAN

MUHAMMAD, HAFIDZ TRISDIANTO (2024) BUDAYA MASYARAKAT BALI KOGA DALAM HIDUP MEMBALI DI LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI HAFIZ COVER-BAB (1).pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL HAFIZ (1).pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Hidup membali merupakan salah satu kegiatan atau mengenai masyarakat yang secara khusus memiliki Budaya adat istiadat tertentu yang sifatnya bekesinambungan di dalam budaya Bali. Dapat diambil kesimpulan bahwa hidup membali adalah upaya masyarakat bali dalam mempertahankan kultur atau budaya yang telah diwariskan leluhur masyarakat Bali. Kebudayaan masyarakat Bali Koga merupakan suatu hasil pelestarian dan pewarisan budaya dari generasi ke generasi di mana budaya mereka tidak hilang dan punah walaupun berada di tengah-tengah masyarakat multi etnis pasca terjadinya konflik sosial antaretnik Bali dan Lampung di Bali Nuraga terdapat banyak perubahan baik dalam pola hubungan personal, interpersonal, intrakomunal dan interkomunal, mulai ada penguatan budaya, revitalisasi identitas, dan upaya- upaya yang bertujuan untuk meningkatkan keserasian sosial guna memperkokoh ketahanan sosial. Rumusan masalah pada penelitian adalah: 1) Bagaimana budaya masyarakat Bali Koga di Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan? 2) Bagaimana masyarakat Bali Koga mempertahankan kebudayaannya di tengah-tengah masyarakat multi etnis? Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian field research serta menggunakan pendekatan antropologi dan sosiologis. Metode pengumpulan data untuk mendukung penelitian dilakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan beberapa informan dalam penelitian ini melibatkan Kak Narso selaku tokoh adat dan penganut agama Hindu, pak Parisade selaku Ketua Majelis Agama Hindu, pak Wayan Suhadi selaku ketua organisasi pertama, dan pak Marjana selaku kepala desa Sidoharjo. Data sekunder diperoleh dari data atau dokumentasi, buku�buku literatur, dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya budaya masyarakat Bali Koga merupakan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi dari pulau asal mereka, yaitu Pulau Bali. Adapun kebudayaan tersebut meliputi sejarah dan asal usul masyarakat Bali Koga, sistem masyarakat Bali Koga yakni dengan menggunakan bahasa Bali sebagai alat utama dalam berkomunikasi, menggunakan penanggalan Pawukon Bali untuk menentukan kalender kegiatan, sistem kekerabatan dan organisasi sosial pada masyarakat Bali Koga yang meliputi (jenis perkawinan, prinsip jodoh ideal, adat menetap, sistem peralatan hidup dan teknologi, pakaian dan tempat kegiatan, tempat berlindung dan perumahan), berkembangnya sistem ekonomi dan mata pencaharian masyarakat Bali Koga mengalami perkembangan, sistem religi masyarakat Bali Koga yang tetap terjaga, dan kesenian yang tetap dilestarikan yakni seni musik dan tari yang tetap eksis sampai saat ini. Strategi yang dilakukan masyarakat Bali Koga dalam mempertahankan kebudayaan ditengah masyarakat multi etnis terbagi menjadi 3 strategi yakni: adaptasi masyarakat Bali Koga sebagai konsep dasar pelestarian adat dan kebudayaan, pendirian organisasi sosial sebagai program dasar pelestarian adat dan budaya, dan strategi pelaksanaan dalam melestarikan adat dan kebudayaan. Adaptasi masyarakat Bali Koga sebagai konsep dasar pelestarian adat dan kebudayaan. Kata Kunci: Kebudayaan, Bali Koga, Hidup Membali. ABSTRACT Living in return is one of the activities or about the community that specifically has certain cultural customs that are sustainable in Balinese culture. It can be concluded that living in bali is an effort by the Balinese people in maintaining the culture or culture that has been inherited by the ancestors of the Balinese people. The culture of the Balinese Koga people is a result of cultural preservation and inheritance from generation to generation where their culture is not lost and extinct even though it is in the midst of a multi-ethnic society after the social conflict between Balinese and Lampung in Bali Nuraga there have been many changes in the pattern of personal, interpersonal, intracommunal and intercommunal relationships, starting from cultural strengthening, identity revitalization, and efforts aimed at increasing social harmony to strengthen social resilience. The method used in this study is a descriptive qualitative method with a type of field research and uses anthropological and sociological approaches. Data collection methods to support research are carried out observations, interviews and documentation. Primary data was obtained through interviews with several informants in this study involving Kak Narso as a traditional leader and Hindu believer, Mr. Parisade as the Chairman of the Hindu Religious Council, Mr. Wayan Suhadi as the head of the first organization, and Mr. Marjana as the head of Sidoharjo village. Secondary data is obtained from data or documentation, literature books, and journals. The results of the study show that the culture of the Balinese Koga people is a culture that is inherited from generation to generation from their home island, namely the island of Bali. The culture includes the history and origin of the Balinese Koga people, the Balinese Koga community system is by using the Balinese language as the main tool in communicating, using the Pawukon Bali calendar to determine the calendar of activities, kinship system and social organization in the Balinese Koga community which includes (types of marriage, ideal soul mate principles, settlement customs, living equipment and technology systems, clothing and places of activity, shelters and housing), the development of the economic system and livelihood of the people of Bali Koga has been developed, the religious system of the people of Bali Koga has been maintained, and the arts that have been preserved, namely the art of music and dance that still exist today. The strategies carried out by the Balinese Koga community in maintaining culture in the midst of a multi-ethnic society are divided into 3 strategies, namely: adaptation of the Balinese Koga community as the basic concept of preserving customs and culture, the establishment of social organizations as a basic program for the preservation of customs and culture, and implementation strategies in preserving customs and culture. Adaptation of the Balinese Koga people as a basic concept of preserving customs and culture. Keywords: Culture, Bali Koga, Membalis’s Living.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 31 Jul 2024 06:46
Last Modified: 31 Jul 2024 06:46
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34320

Actions (login required)

View Item View Item