DISHARMONISASI ANTAR LEMBAGA PEKON (Studi Kasus Kemitraan antar Lembaga Pekon terhadap Pembangunan Masyarakat di Pekon Banjarsari Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus)

Karin, Tislam Nur (2017) DISHARMONISASI ANTAR LEMBAGA PEKON (Studi Kasus Kemitraan antar Lembaga Pekon terhadap Pembangunan Masyarakat di Pekon Banjarsari Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Download (6MB)

Abstract

Disharmonisasi dalam kemitraan dapat diartikan sebagai suatu bentuk adanya hubungan yang tidak harmonis antar kelompok yang memiliki ikatan kerjasama yang dapat mengakibatkan kesenjangan antar kelompok itu sendiri. Kemitraan dalam penelitian ini yaitu hubungan kerja berdasarkan peraturan perundang-undangan antara Kepala Pekon sebagai pemimpin lembaga pemerintah pekon dan lembaga BHP terhadap pembangunan masyarakat di pekon Banjarsari kecamatan Wonosobo kabupaten Tanggamus. UU no 6 Tahun 2014 menyebutkan bahwa ada enam lembaga pekon yakni Pemerintah Pekon, Badan Hippun Pemekonan, Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat, Kerjasama Antar Pekon, Badan Usaha Milik Pekon Berdasarkan undang-undang UU No 06 tahun 2014 terlihat jelas bahwa arah pembangunan ditentukan oleh Kepala Pekon dan BHP dengan tidak terlepas dari bantuan TPK selaku tim pengerja proyek pembangunan, aparat pemerintah pekon dan juga masyarakat. Akan tetapi dijelaskan dalam pasal 1 ayat 7 bahwa peraturan pekon dibahas dan disepakati oleh kepala pekon dan BHP. Artinya bahwa ujung tombak penyelenggaraan pembangunan berada ditangan Kepala Pekon dan BHP. Hal ini semakin diperkuat dengan pasal 77 ayat 3 bahwa Kepala Pekon dan BHP harus bersama-sama mengelola kekayaan milik pekon. Penelitian ini berangkat dari temuan dilapangan bahwa pembangunan rabat beton yang baru saja diselesaikan telah retak,patah, dan berlubang. Maka perlu ditelaah secara mendalam siapa yang harus bertanggungjawab mengenai hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kemitraan yang dijalin antara Kepala Pekon dengan Badan Hippun Pemekonan dalam pembangunan masyarakat khusunya pembangunan fisik dan juga untuk mengetahui dampak kemitraan antara Kepala Pekon dengan Badan Hippun Pemekonan bagi pembangunan masyarakat di pekon Banjar Sari Kecamatan Wonosobo kabupaten Tanggamus. Penelitian ini adalah penelitian (Field Research) yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang, keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu kelompok sosial, individu, lembaga atau masyarakat. Menurut sifatnya penelitian ini bersifat deskriftif. Responden dalam penelitian ini adalah Kepala Pekon dan Badan Hippun Pemekonan Banjarsari sedangkan informnnya adalah aparat pemerintah pekon dan masyarakat. Metode yang dipakai yaitu metode interview, observasi, dan dokumentasi data yang diperoleh dan dianalisis secara teliti. Hasil penelitian lapangan menunjukan bahwa ada disharmonisi hubungan kerja antara Kepala Pekon dan Badan Hippun Pemekonan Pekon Banjarsari mulai dari perencanaan pembangunan sampai pada tahap evaluasi keduanya tidak menunjukan hubungan kerja yang baik seperti, tidak adanya kerjasama, perbedaan pendapat masing-masing pihak , komunikasi yang tidak berjalan dengan baik, BHP lebih menjalanan fungsi controlling dan kurang dalam menjalankan fungsi mitra bersama Kepala Pekon, intensitas pertemuan yang sangat minim, kurangnya keterbukaan. Akibat dari hubungan yang tidak harmoni tersebut ternyata berdampak buruk bagi pembangunan dan tidak mensejahterakan masyarakat mulai dari bidang sosial yang menimbulkan keresahan dimasyarakat, dalam bidang perekonomian aktifitas masyarakat terhambat karena pembangunan rusak, sampai adanya kesenjangan hubungan di pemerintahan pekon

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Pemikiran Politik Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Pemikiran Politik Islam
Depositing User: ADMINLIB PERPUSTAKAAN
Date Deposited: 27 Jul 2017 02:43
Last Modified: 27 Jul 2017 02:43
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/901

Actions (login required)

View Item View Item