PEMIKIRAN DADANG HAWARI TENTANG PSIKOTERAPI ISLAM DALAM PENANGGULANGAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, ZAT ADIKTIF DAN RELEVANSINYA DENGAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM

Rinaldi Eka Saputra, SAP (2019) PEMIKIRAN DADANG HAWARI TENTANG PSIKOTERAPI ISLAM DALAM PENANGGULANGAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, ZAT ADIKTIF DAN RELEVANSINYA DENGAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM. PhD thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (346kB) | Preview

Abstract

Disertasi ini mengangkat pemikiran Dadang Hawari tentang psikoterapi Islam dalam penanggulangan korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) serta relevansinya bagi pengembangan masyarakat Islam. Tujuan penelitian ini ada tiga, yaitu: (1) untuk mengetahui pemikiran Dadang Hawari tentang psikoterapi Islam; (2) untuk mengkonstruksi langkah-langkah psikoterapi Islam dalam penanggulangan korban penyalahgunaan NAPZA; (3) untuk mengetahui relevansi psikoterapi Islam berikut metodenya terhadap pengembangan masyarakat Islam. Penelitian ini adalah studi tokoh yang menggunakan penelitian pustaka (library reaserch) dan studi lapangan (field research) sekaligus. Data dan informasi diperoleh melalui sumber data primer dan sekunder melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan dua kali, yakni wawancara lisan dan wawancara tertulis dengan tujuan agar data yang terkumpul lebih komprehensif. Teknik analisa data yang digunakan yaitu teknik deskriptif analitis. Hasil penelitian ini yaitu: Pertama, konsep psikoterapi Islam yang ditawarkan Dadang Hawari merupakan suatu kajian lanjutan dari gerakan psikologi Islami, yang boleh dijadikan suatu metodologi psikoterapi bagi usaha mengurangi ketergantungan pasien pada NAPZA. Bentuk psikoterapi Islam yang diberikan bersifat holistik dengan maksud mengintegrasikan agama dalam pelayanan medis. Kedua, Dadang Hawari adalah seorang mubalikh atau juru dakwah sekaligus sebagai psikiater yang menerapkan pendekatan dakwah amar makruf nahy munkar dan pendekatan terapis yang disebut pendekatan BPSS, yaitu memadukan unsur terapi bilogi, psikoterapi, sosial dan spiritual sekaligus. Ketiga, dalam tahap metode penyembuhan ketergantungan NAPZA Dadang Hawari melakukan empat tahapan, yaitu tahap detoxifikasi, psikologi, sosial, religius. Keempat tahapan ini merupakan pengelompokan medis dan non-medis. Keempat, konsep psikoterapi Islam yang dikenalkan Dadang Hawari sangat relevan dengan konsep pengembangan masyarakat Islam di era global saat ini. Salah satu problem yang dihadapi umat Islam adalah ancaman NAPZA terhadap generasi muda. Pengembangan masyarakat Islam bagi Dadang Hawari sudah selayak dan seharusnya diorientasikan pada upaya menjawab problematika di bidang kesehatan jiwa, mental, kecanduan narkoba, yang kini mulai banyak dialami oleh kaum Muslim. Kritik atas pemikiran Dadang Hawari yaitu bahwa ia kadang tidak konsisten dengan pendekatan psikoterapi Islam. Di satu sisi ia menegaskan bahwa psikoterapi Barat yang berlandaskan medis saja tidak cukup, ia menawarkan pendekatan agama (Islam). Namun terkesan ajaran Islam hanya sebagai pelengkap pengobatan medis, bukan inti (core) dari pengobatan itu sendiri. Kata kunci: Dadang Hawari, Psikoterapi Islam, NAPZA, dan pengembangan Masyarakat Islam

Item Type: Thesis (PhD)
Subjects: Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Pasca Magister > S3 Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: M. Najib Ali
Date Deposited: 18 Nov 2019 06:31
Last Modified: 18 Nov 2019 06:31
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/8662

Actions (login required)

View Item View Item