PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TENTANG PRAKTIK MENGEMIS (Studi Kasus di Kota Bandar Lampung)

Ahmad, Farhat Amaliyah (2017) PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TENTANG PRAKTIK MENGEMIS (Studi Kasus di Kota Bandar Lampung). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (7MB) | Preview

Abstract

Bekerja merupakan salah satu kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Islam pun menyuruh seluruh umat manusia untuk bekerja, dan tidak bermalas-malasan. Tetapi pada kenyataannya banyak kita lihat bahwasannya masih saja ada orang yang memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan cara menjadi pengemis, contohnya di Ramayana, Simpur, dan Masjid al-Furqon Kota Bandar Lampung. Mereka mengemis dijadikan sebagai profesi, padahal sudah jelas Islam menyuruh setiap manusia untuk bekerja. Dalam penelitian ini dirumuskan permasalahan diantaranya, bagaimana praktik mengemis di Kota Bandar Lampung? bagaimana perspektif hukum Islam terhadap praktik mengemis di Kota Bandar Lampung? Adapun tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik mengemis di Kota Bandar Lampung, dan perspektif hukum Islam terhadap pengemis di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research), penelitian lapangan ini pada hakekatnya merupakan metode untuk menemukan secara spesifik dan realis tentang apa yang sedang terjadi pada suatu saat di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Dalam hal ini akan langsung mengamati orangorang yang menjadi pengemis sebagai data primer. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dari praktik pengemis di Kota Bandar Lampung khususnya di sekitaran Ramayana Tanjung Karang, Simpur Center, dan Masjid Al-Furqon, bahwa dalam usaha sesorang mencari nafkah, Pengemis yang berada di Kota Bandar Lampung khususnya sekitar Ramayana, Simpur, serta Masjid al- Furqon menjadikan mengemis sebagai cara untuk mendapatkan penghasilan, dari 29 pengemis ada 9 pengemis yang mengemis dengan berbagai modus. Seperti mengemis dengan pakaian yang lusuh, membawa anak yang masih balita, pura-pura buta, purapura pincang sebagai modus untuk mengemis. Ada juga yang mengemis karena benar-benar cacat fisik benar-benar tidak mampu. Kemudian, hukum mengemis dalam Islam secara umum adalah makruh, dan merupakan pekerjaan yang tidak mulia. Hukum mengemis bagi para pengemis yang ada di lokasi penelitian memiliki dua bentuk hukum dalam perspektif Hukum Islam, yaitu Makruh dan Haram. Makruh bagi pengemis yang memang cacat sebenarnya, dan yang benar-benar tidak mampu. Haram bagi pengemis yang berpura-pura cacat, dan berbagai macam modus dengan menipu untuk mendapatkan uang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: Brama Sari
Date Deposited: 13 Jul 2017 07:56
Last Modified: 13 Jul 2017 07:56
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/794

Actions (login required)

View Item View Item