KRITIK SOSIAL PARA NABI: STUDI LITERATUR AGAMA ISLAM DAN KRISTEN

Sudarman, Sudarman KRITIK SOSIAL PARA NABI: STUDI LITERATUR AGAMA ISLAM DAN KRISTEN. Lembaga Penelitian IAIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF (Kritik Sosial Para Nabi)
Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berusaha mendeskripsikan kritik sosial yang dilakukan oleh para nabi, baik dari Agama Islam maupun Banyak sekali aspek kritik sosial para nabi, tetapi mengingat berbagai keterbatasan, tidak semua aspek dibahas. Fokus penelitian ada menjawab dua pertanyaan pokok, pertama, berbedakah konsep kenabian antara agama Islam dan agama Kristen, dan kedua, dalam konteks apakah kritik sosial dilakukan para nabi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi, sedangkan pendekatan yang dipilih adalah pendekatan emik. Teknik analisis data menggunakan metode komparatif yang didukung dengan teknik content analysis mengingat data penelitian ini adalah data kualitatif. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengertian nabi dalam Islam dan Kristen terdapat perbedaan. Menurut agama Islam pengerian nabi dan rasul berjalin berkelindan sehingga sebutan nabi yang dimaksud adalah juga rasul. Walaupun pengertian keduanya bisa dibedakan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari keduanya justeru tidak dipisahkan. Menurut agama Kristen rasul adalah murid-murid Yesus jumlahnya ada 12 orang. Nabi dalam agama Kristen dinyatakan sebagai nabi besar, ada yang digolongkan sebagai nabi kecil, sesuai dengan pengakuan umat Yahudi dalam Perjanjian Lama. Dalam pandangan Islam, seorang nabi tidak akan berkhianat dan melakukan dosa, semua nabi bersifat ma’śûm, tidak ternoda dengan dosa, karena Tuhan juga ikut menjaganya agar terhindar dari melakukan dosa. Sementara menurut Kristen para nabi adalah manusia biasa, human. Para nabi dalam Kristen digambarkan, terutama dalam Perjanjian Lama, berbuat seperti layaknya manusia biasa. Kenabian dalam Islam merupakan satu kesatuan mata rantai dari Adam sampai Muhammad, tidak dibeda-bedakan antara yang satu dengan yang lain, sementara dalam Agama Kristen kenabian dibagi menjadi dua, yaitu kenabian dalam Perjanjian Lama dan kenabian dalam Perjanjian Baru. Kenabian Perjanjian Lama adalah para nabi Israel, merupakan para nabi teologi perjanjian, sedangkan kenabian Perjanjian Baru lebih terpusat kepada Yesus Kristus sebagai mesias, merupakan teologi penggenapan. Ada empat konteks kritik sosial para nabi sebagai sebagai tanggung jawab pengembang risalah, yaitu: 1) pembelaan terhadap kaum tertindas; dalam perspektif Islam menimbulkan usaha-usaha pemberdayaan mustadh’afin sedangkan dalam perspektif Kristen memunculkan teologi pembebasan 2) keprihatinan terhadap kemiskinan; 3) kritik terhadap penguasa; dan 4) pembelaan terhadap perempuan. Keyword: Konsep kenabian, Agama Islam dan Kristen, analisis perbandingan, kritik sosial.

Item Type: Other
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: Users 1176 not found.
Date Deposited: 22 Jul 2019 08:10
Last Modified: 22 Jul 2019 08:18
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/7209

Actions (login required)

View Item View Item