PENJENJANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS BERDASARKAN TEORI BLOOM DITINJAU DARI KECERDASAN MULTIPLE INTELLIGENCESDI SMPNI BUAY BAHUGA

Mujib, PENJENJANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS BERDASARKAN TEORI BLOOM DITINJAU DARI KECERDASAN MULTIPLE INTELLIGENCESDI SMPNI BUAY BAHUGA. Desimal, 2 (1).

[img] HTML
Download (22kB)

Abstract

Absrtak Berdasarkan perkembangan anak siswa SMPsudahmampu untuk berpikir formal,yaitu untuk berpikiri tingkat tinggi yaitu (high order mathematical thinking atau high level mathematical thinking, and low order mathematical thinking atau low level mathematical thinking). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan subjek pada penelitian ini adalah menggunakan teknik purpose sampling. Menjadisubjek penelitian adalah siswa SMPN I Buay Bahuga kelas VII sebanyak 31tahun ajaran 2017/2018. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah tes,angket, observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan secara diskriptif kualitatif. Penlitian ini melihat bagaimana model penjenjangan kemampuan berpikir kritis matematis berdasarkan teori Blom ditinjau dari kecerdasan Multiple Intelligences yaitu Siswa mempunyai Kecerdsan Linguistic Intelligences, Logical-Mathematical dan Spatial Intelligeces.Masing-masing kecerdasan multiple intelligencesmampu dalam mengamati, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan berkreasi. Berdasarkan tes dan wawancara karakteristik yang terlihat adalah pada tahap mengamati, memahami dan menerapkan.Belum mampu menganalisis, mengevaluasi dan berkreasi. Siswa yang memeiliki kecenderungan kecerdasan Linguistic Intelligence proses kemampuan berpikir kritis matematis memiliki tahap jenjaang Lower Order Thinking(LOT).Siswa yang memiliki Kecerdasan Spatial Intelligence tahapan kemampuan berpikir kritis matematis yaitu pada tahap mengamti, memahami, menerapkan analisis dan evalusai. Pada tahap berkreasi, karakteristik yaitu siswa belum mampu. Siswa yang memeiliki kecenderungan kecerdasan Spatial Intelligence dalam proses kemampuan berpikir kritis matematis tahap jenjang Middle Order Thinking (MOT). Siswa yang memiliki tipe Kecerdasan Logical-mathematical Intelligence tahap kemamapuan berpikir kritis yaitu tahap mengamati, memahami, menerapkan, menganlisis, mengevalusi, dan tahap berkeasi. Siswa yang memeiliki tipe kecenderungan kecerdasan Logical-mathematical Intelligence proses kemampuan berpikir kritis matematis tahap jenjang Higher Order Thinking (HOT). Kata Kunci: Model Penjenjangan Kemampuan berpikir kritis berdasakan Kecerdasan Multiple Inteligences

Item Type: Article
Subjects: Pendidikan Matematika
Divisions: UNSPECIFIED
Depositing User: Users 1187 not found.
Date Deposited: 10 Apr 2019 07:41
Last Modified: 10 Apr 2019 07:41
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/6266

Actions (login required)

View Item View Item