ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PERDA NO. 3 TAHUN 2010 DI BANDAR LAMPUNG TENTANG LARANGAN MEMBERI SESUATU KEPADA PENGEMIS

Marta, Sinta Yulia (2018) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PERDA NO. 3 TAHUN 2010 DI BANDAR LAMPUNG TENTANG LARANGAN MEMBERI SESUATU KEPADA PENGEMIS. Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI.pdf]
Preview
PDF
Download (1MB) | Preview

Abstract

Memberi sedekah adalah perbuatan yang dianjurkan dalam Agama Islam. Jika dikaitkan dengan kondisi negara kita, yang mana kemiskinan masih menjadi masalah hampir di setiap daerah, maka sedekah termasuk salah satuhal yang sangat diharapkan bagi rakyat miskin khususnya bagi para pengemis yang banyak berkeliaran di jalan-jalan dan tempat-tempat umum lainnya. Bandar Lampung memiliki segudang masalah yang dilatarbelakangi masalah ekonomi. Jumlah pengangguran terus meningkat dan jumlah pengemis pun bertambah. Hal ini merupakan masalah yang dilematik bagi Bandar Lampung.Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini, ialah dengan disahkannya Perda No. 3 Tahun 2010 tentang Larangan memberi pengemis. Dalam hal ini,penulis akan mencoba memahami pelaksanaan perda No 3 Tahun 2010 tentang larangan memberi pengemis dan pandangan hukum Islam tentang Larangan memberi pengemis yang dapatdijadikanrefrensi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Pelaksanaan Perda No 3 Tahun 2010 di Kota Bandar Lampung? Bagaimanakah Pandangan hukum Islam tentang Larangan memberi pengemis di Kota Bandar Lampung? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Islam tentang konsep memberi sedekah, fakir miskin dan pengemis, juga larangan memberi sedekah kepada pengemis dalam Perda Bandar Lampung No 3 Tahun 2010.Metode penelitian dalam skripsi ini yaitu metode penelitian pustaka (library research) yaitu bentuk penelitian yang sumbernya diperoleh dari kepustakaan.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi,yaitu cara mengumpulkan data yang dilakukan dengan mempergunakan bahan-bahan tertulis mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, trankrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya. Hasil dari penelitian ini adalah memberi sedekah memiliki aturan yaitu etika sedekah yang baik dan ada orang yang berhak ataupun yang tidak berhak menerimanya .Islam juga mengemukakan adanya perbedaan pengemisdan fakir miskin yaitu orang miskin ialah orang yang tidak memiliki cukup uang untuk hidupnya tetapi tida kmeminta-minta seperti pengemis. Berdsarkan perda ini tidak secara totalitas melarang umat Islam bersedekah, hanya berlaku pada lokasi-lokasi tertentu saja.Yang mana, di lokasilokasi ini lah para pengemis professional menjalankan pekerjaannya. Menurut penulis, larangan ini tidak bertentangan dengan syari‟at Islam karena pengemispengemis tersebut telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yaitu, pengemis tersebut tidak berusaha menjaga kehormatan diri mereka dengan meminta-minta yang sudah jelas diharamkan oleh Rasul.Banyak juga dari pengemis-pengemis tersebut yang tidak berhak menerima sedekah karena Islam juga telah menetapkan siapa-siapa saja yang berhak menerima sedekah.Islam sendiri tidak memungkiri adanya aturan baru jika aturan tersebut demi kemaslahatan umatnya.Islam juga tidak memungkir iadanya perubahan hukum seiring perubahan zaman.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: ADMINLIB PERPUSTAKAAN
Date Deposited: 03 Dec 2018 01:51
Last Modified: 03 Dec 2018 01:51
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/5086

Actions (login required)

View Item View Item