Analisis Penerapan Prinsip Collateral Dalam Pembiayaan Mudharabah Pada Bank BNI Syariah Kantor Cabang Teluk Betung

Handayani, Marina Suci (2018) Analisis Penerapan Prinsip Collateral Dalam Pembiayaan Mudharabah Pada Bank BNI Syariah Kantor Cabang Teluk Betung. Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (2MB) | Preview

Abstract

Dalam perekonomian di indimesia, khususnya dalam perbankan tentu kita secara umum telah mengenal prinisip analisis pembiayaan 5C yaitu, charcter (karakter), capacity (kapasitas), capital (modal), collateral (jaminan), dan condition of economic (kondisi perekonomian). Collateral kiranya perlu mendapatkan perhatian bahwa collateral tidak menyebabkan pembiayaan yang jelek menjadi pembiayaan yang baik. Pada bank konvensional bahwa jaminan kebendaan (collateral) terhadap utang dari piminjam merupakan hal yang sangat menentukan dalam persetujuan pemberian pinjaman. Sebaliknya,dalam bank islam caranya sangat berbeda. Sebab dengan pemberian pinjaman dalam bentuk talangan dana untuk pembelian barang/aktiva/barang modal tersebut, maka operasi bank islam pada dasarnya tidak mengutamakan jaminan dari peminjan. Rumusan masalah penelitian ini adalah : 1. Bagaimana penerapan prinsip collateral dalam pembiayaan mudharabah pada Bank BNI Syariah Kantor Cabang Teluk Betung? 2. Bagaimana analisis pelaksaaan collateral pada pembiayaan mudharabah pada Bank BNI Syariah Kantor Cabang Teluk Betung menurut Islam?. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan prinsip collateral dalam pembiyaan mudharabah pada Bank BNI Syariah Kantor Cabang Teluk Betung dan Untuk mengetahui pelaksanaan collateral dalam pembiayaan mudharabah pada Bank BNI Syariah Kantor Cabang Teluk Betung menurut Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif, dan tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, dan wawancara. Penelitian ini menyimpulkan Jaminan dalam pembiayaan yang menggunakan akad pembiyaan mudharabah menurut kesepakatan para ulama klasik adalah dilarang dan menyebabkan tidak sahnya akad karena bertentangan dengan prinsip amanah yang mendasari akad ini. Akan tetapi, sebagian ulama kontemporer dan berdasarkan aplikasi di perbankan syari‟ah saat ini, jaminan dalam pembiayaan mudharabah diperbolehkan tetapi bukan dimaksudkan untuk memastikan kembalinya modal, melainkan untuk memastikan bahwa kinerja mudharib sesuai dengan syarat-syarat kontrak dan untuk menjaga agar tidak terjadi moral hazard berupa penyimpangan oleh pengelola dana. Oleh karena itu, jaminan hanya dapat dicairkan apabila pengelola dana terbukti melakukan pelanggaran (ta‟addi), kelalaian (taqshir), atau menyalahi kesepakatan yang telah ditentukan (mukhalafatu al-syurut). Kata Kunci : Collateral dan Mudharabah

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Perbankan Syariah
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Perbankan Syariah
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 16 Nov 2018 07:35
Last Modified: 16 Nov 2018 07:35
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/4958

Actions (login required)

View Item View Item