ANALISIS TA’WIDH (GANTI RUGI) BAGI NASABAH WANPRESTASI PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Bank Syariah Mandiri Teluk Betung Bandar Lampung)

Herawati, Nining (2018) ANALISIS TA’WIDH (GANTI RUGI) BAGI NASABAH WANPRESTASI PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Bank Syariah Mandiri Teluk Betung Bandar Lampung). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (6MB) | Preview

Abstract

Resiko dalam konteks perbankan merupakan suatu kejadian potensial baik yang dapat diperkirakan maupun tidak dapat diperkirakan yang berdampak negatif terhadap pendapatan dan permodalan Bank. Adanya gagal bayar atau wanprestasi merupakanre siko yang dialami oleh bank syariah dalam melakukan pembiayaandimana risiko tersebut harus diminimalisir demi mendapatkan keuntungan yang maksimal. Pada Bank Mandiri Syariah tingginya nasabah wanprestasi dalam bentuk restrukturisasi yang mengharuskan nasabah membayar biaya Ta’widh. Ta’widh diberlakukan dalam upaya meminimalisir kerugian di bank syariah dan mencegah nasabah yang lalai akan kewajibannya karena dapat mengganggu kinerja bank dan berpengaruh terhadap kolektibilitas bank.Apabila perpanjangan pembayaran atau jatuh tempo terjadi hal ini akan berdampak kepada penurunan kolektibilitas, sehingga pencadangan penghapusan aktiva produktif akan meningkat dan ini dapat mengurangi perhitungan keuntungan bagi bank tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, bagaimana penerapan ta’widh di Bank Syariah Mandiri Teluk Betung Bandar Lampung dan bagaimana penerapan ta’widh dalam perspektif Ekonomi Syariah. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan ta’widh di Bank Syariah Mandiri Teluk Betung Bandar Lampung dan untuk mengetahui bagaimana penerapan ta’widh dalam perspektif Ekonomi Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reserch) dengan metode penelitian kualitatif dan studi kepustakaan (library research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Bank Syariah Mandiri Teluk Betung. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yakni narasumber yang dianggap paling tahu tentang yang diharapkan penulis. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah, dalam perpanjangan masa angsuran Bank Syariah Mandiri mengeluarkan over head, khususunya biaya survey, biaya administrasi (ATK, listrik, pulsa, dan biaya perpanjangan). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: penerapan ganti rugi bagi nasabah wanprestasi dalam perspektif Ekonomi Syariah menggunakan prinsip Adilah (keadilan), jika tidak dikenakan ganti rugi terhadap nasabah yang telah jatuh tempo maka hal terebut akan merugikan pihak bank. Ganti rugi dikenakan bagi nasabah wanprestasi demi kemaslahatan pihak Bank dan nasabah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Q.S An-Nisaa ayat 135 tentang keadilan dan kemaslahatan kemudian Q.S Al- Baqarah ayat 275 tentang riba. Ganti rugi berbeda dengan riba. Riba tidak membedakan antara debitur yang mampu dan yang tidak mampu, sedangkan Islam membagi antara keduanya. Mekanisme pemberian ganti rugi dalam pelaksanaan Bank Syariah Mandiri pada prinsipnya sudah sesuai dengan fatwa No. 43/DSN-MUI/VIII/2004. Kata Kunci: Ta’widh, Wanprestasi, Perspektif Ekonomi Islam

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Perbankan Syariah
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Perbankan Syariah
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 15 Nov 2018 01:33
Last Modified: 15 Nov 2018 01:33
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/4938

Actions (login required)

View Item View Item