HUBUNGAN ULAMA DENGAN UMARA’ MENURUT IMAM AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA DI INDONESIA (Study Kitab Ihya’ Ulumuddin)

Kurniawan, Yogi (2018) HUBUNGAN ULAMA DENGAN UMARA’ MENURUT IMAM AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA DI INDONESIA (Study Kitab Ihya’ Ulumuddin). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (2MB) | Preview

Abstract

Ulama bentuk tunggal dari kata alim (عليم ) yang berarti orang yang ahli dalam pengetahuan beragama Islam, Sedangkan umara‟(pemimpin) adalah orang yang berkuasa dalam menyelenggarakan suatu sistem pemerintahan. Dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai umara‟tentunya tugas ulama disini adalah mendampingi, memantau kinerja dari umara‟, maupun menasihati umara‟selaku pemimpin negara. Ulama dan umara‟ terlibat dalam kebersamaan membangun negeri dan bertujuan untuk mencapai suatu kesejahteraan masyarakat yang adil dan sejahtera. Umara‟membutuhkan ulama sebagai penasehat dan juga sumber untuk mendapatkan keputusan yang dilandasai oleh hukum agama, begitupun ulama membutuhkan sosok umara‟ untuk mendukung aktivitasnya dibidang pendidikan, peradilan, bahkan sampai kepersoalan strategislainya seperti membangun pondasi masyarakat berahlak mulia. Adapun rumusan masalah skripsi ini adalah, pertama 1. Bagaimana konsep hubungan ulama dengan umara dalam pandangan Imam Al-Ghazali? 2. Bagaimana relevansi hubungan ulama dengan umara di Indonesia? Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah dalam rangka untuk mengetahui konsep hubungan ulama dengan umara dalam pandangan Imam Al-Ghazali dan juga dikaitkan dengan hubungan antara ulama dengan umara‟ diIndonesia saat ini. Jenis penelitian skripsi ini ialah deskriptif analisis, bila dilihat dari jenis penelitian ini bersifat riset kepustakaan (Library Research). Berdasarkan penelitian ini mengenai hubungan ulama dengan umara‟ yang dikaitkan dengan keadaan sosial politik pada masa Imam Al-Ghazali dan kaitannya pada era saat ini. Dimasa Imam Al-Ghazali, ulama pokus mendalami ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mendapatkan perhatian dari pada umara‟ dan juga mengharapkan hadiah berupa materi dan kedudukan yang dijanjikan umara‟pada saat itu. Oleh sebab itu Al-Ghazali meninggalkan semua apa yang dia miliki seperti jabatannya sebagai penasehat pemerintahan dimasanya lalu jabatan Rektor di Universitas Nizham Al-Mulk, karena hal tersebut bersifat korup dan menyimpang jauh dari keutamaan seorang ulama. Kaitannya dengan kondisi diIndonesia saat ini, ulama dengan umara‟ memberikan kontribusi dikancah perpolitikan, yang bertujuan untuk menunjukan eksistensi dan mendapatkan kekuasaan. Ulama sebagai figur keagamaan sangat berpengaruh besar dalam mensukseskan tujuan umat yaitu kesejahteraan masyarakat. Namum peroses yang dilakukan ulama dengan umara‟ untuk mencapai kesejahteraan dan kekuasaan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan agama maupun keutamaan dari seorang ulama. Kesesuaian kondisi dimasa Imam Al-Ghazali dengan saat ini aldalah ulama berperan namun tidak sesuai dengan keutamaannya sebagai seorang ulama

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Pemikiran Politik Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Pemikiran Politik Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 29 Oct 2018 02:11
Last Modified: 29 Oct 2018 02:11
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/4732

Actions (login required)

View Item View Item