UPACARA TRADISI TIBAN (MINTA HUJAN) DALAM PERSPEKTIF DAKWAH (Studi Kasus Desa Bauh Gunung Sari Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur)

Anjarwati, Lia (2018) UPACARA TRADISI TIBAN (MINTA HUJAN) DALAM PERSPEKTIF DAKWAH (Studi Kasus Desa Bauh Gunung Sari Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (3MB) | Preview

Abstract

Tradisi tiban adalah tradisi turun – temurun yang berasal dari nenek moyang, arti dari tiban sendiri berasal dari kata tibo yang berarti jatuh pada saat musim kemarau. Di tahun 2015 kemarau panjang melanda masyarakat Desa Bauh Gunung Sari kemudian masyarakat sepakat untuk menggelar tradisi tiban yang bertujuan agar segera di turunkanya hujan dengan cara para pemain saling beradu pecut hingga mengeluarkan darah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana cara masyarakat menggelar tarian tiban, dan bagaimana perspektif dakwah tentang tradisi tiban di Desa Bauh Gunung Sari Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi yang akan penulis gunakan adalah dokumentasi opini yang dipublikasikan lewat artikel, tajuk rencana, yang disertai foto serta bukti-bukti wawancara kepada pelaku tiban terkait pelaksanaan upacara tradisi tiban yang dilaksanakan di Desa Bauh Gunung Sari Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian historis yakni merekonstruksi masa lalu secara objektif dan akurat, metode historis digunakan untuk melihat peristiwa dimasa lampau dalam perspektif kesewaktuan kemarin, kini dan yang akan datang. Dengan jumlah populasi sebanyak 4 orang yang terdiri dari 1 tokoh agama 1 tokoh masyarakat dan 2 pemain tiban. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upacara tradisi tiban ini tidak sesuai dengan Syari’at yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an Surat Hud ayat 110 dan Dalam Hadist Rasulullah SAW Diriwayatkan oleh : Ahmad, Al-Muntaqa II : 61 bahwa dalam prosesi ritual tiban dilakukan dengan mencambuk badan seseorang, adalah termasuk kedalam perbuatan menganiaya dan menyakiti diri, hal tersebut tergolong perbuatan dzalim. Ajaran Islam sangatlah menjaga kemaslahatan umat, khususnya menjaga keselamatan jiwa, adapun perspektif dakwah dalam tradisi ini tidak sesuai dengan syariat yang ada dalam Islam, dalam hukum Islam telah dijelaskan jika ingin meminta hujan karena kemarau panjang maka disunnahkan untuk melaksanakan shalat istisqa

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 10 Oct 2018 04:16
Last Modified: 10 Oct 2018 04:16
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/4625

Actions (login required)

View Item View Item