INTERAKSI SOSIAL KEAGAMAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS IIA BANDAR LAMPUNG

Salim, Luthfi (2018) INTERAKSI SOSIAL KEAGAMAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS IIA BANDAR LAMPUNG. Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (3MB) | Preview

Abstract

Narapidana sebagai makhluk sosial perlu berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya dan narapidana sebagai makhluk tuhan, tidak terlepas dari keinginan untuk menjalankan ibadah keagamaan, walaupun mereka sedang berada di dalam lembaga pemayarakatan. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana interaksi sosial narapidana di lapas narkotika kelas IIA Bandar Lampung dan bagaimana kehidupan sosial keagamaan narapidana di lapas kelas IIA Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial narapidana di lapas narkotika kelas IIA Bandar Lampung dan untuk mengetahui kehidupan sosial keagamaan narapidana di lapas kelas IIA Bandar Lampung. Interaksi sosial narapidana di lembaga pemasyarakatan narkotika kelas IIA Bandar Lampung, sudah cukup bagus bagi narapidana lama karena narapidana lama sudah mendapatakan pembinaan selama 3 tahun sedangkan, bagi narapidana baru interaksinya masih kesulitan karena masih proses adaptasi di lingkungan biasanya berjalan selama 3 bulan dalam proses pembinaan. Lembaga pemasyarakatan narkotika kelas IIA Bandar Lampung memiliki bentuk keagamaan yang dipengaruhi oleh lingkungan, bukan dipengaruhi oleh bawaan (faktor intern) seseorang. Faktor kehidupan keagamaan ini terjadi karena adanya perubahan struktural yaitu narapidana dalam kehidupan keagamaan selalu dibina dan dibimbing oleh petugas lapas, dan akan mendapatkan perubahan kultural yang mana perubahan ini terjadi karena bimbingan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari, dan yang terakhir perubahan interaksional pada narapidana yang sebelum menjadi narapidana dalam kehidupannya hanyalah kontraktualitas dalam masyarakat akan tetapi sekarang sudah berubah menjadi kolektivitas dalam masyarakat contohnya didalam lembaga pemasyarakatan sudah mau berinteraksi sesama manusia dan sikap keagamaannya menjadi lebih baik, akan tetapi program pembinaan keagamaan hanya di laksanakan pada siang hari, hendaknya program pembinaan di tambah malam hari juga, agar lebih efektif dalam perubahan sikap keagamaan dan program pembinaan keagamaan janganlah agama Islam, Kristen dan Katolik saja, melainkan agama-agama lain seperti, Hindu dan Budha harus mendapatkan pembinaan seperti narapidan lainnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: ADMINLIB PERPUSTAKAAN
Date Deposited: 24 Jul 2018 08:02
Last Modified: 24 Jul 2018 08:02
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/4119

Actions (login required)

View Item View Item