KONSEP KEPEMIMPINAN MENURUT TAFSIR FÎ ZHILÂL AL-QUR’ÂN DAN AL-MISHBÂH

Habibie, Muhammad (2017) KONSEP KEPEMIMPINAN MENURUT TAFSIR FÎ ZHILÂL AL-QUR’ÂN DAN AL-MISHBÂH. Undergraduate thesis, IAIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (2MB) | Preview

Abstract

Kepemimpinan sebenarnya merupakan sebuah tanggung jawab dan tugas yang teramat berat. Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah dan menjadi pemimpin bukanlah tujuan hidup. Namun pada kenyataannya banyak pula orang yang mengangkat diri sebagai pemimpin. Baik itu di kalangan mahasiswa, organisasi, maupun di lingkungan masyarakat umumnya. Namun sikap ambisi utnuk menjadi pemimpin itu ternyata masih banyak yang melenceng dari cara-cara yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab dan Sayyid Quthb merupakan tokoh mufassir kontemporer yang ternama. Pemikiran Quraish Shihab dalam Tafsîr al-Misbâh dan Sayyid Quthb dalam Tafsîr Fî Zhilâl al-Qur’ân tidak lepas dari hasil kiprah mereka dalam pergerakan nasional dan pemerintahan di wilayah mereka masing-masing. Sehingga sudah dapat dipastikan tafsir mereka turut menyertakan penjelasan yang kompleks dalam masalah kepemimpinan yang diajarkan oleh Allah dalam al-Qurân. Penelitian ini adalah penelitian tentang al-Qur’ân dan tafsir, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) dan sifatnya adalah deskriptif. Untuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan objek penelitian, maka penulis menggunakan pendekatan metode maudhû’îy (tematik) dan muqâran (komparatif). Dalam proses pengumpulan data, penulis mengumpulkan, membaca, mencatat dan mengutip dan membandingkan hasil dari data-data tersebut. Sumber data yang digunakan ada dua macam yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer pada penelitian ini adalah al-Qur’ân al-Karim, buku Tafsîr al-Misbâh, dan buku Tafsîr Fî Zhilâl al-Qur’ân. Adapun sumber sekudernya yaitu buku-buku dan literatur yang berkaitan dengan judul ini. Setelah data terkumpul, kemudian penulis melakukan proses analisa. Adapun dalam analisis data, penulis menggunakan metode kualitatif dan content analysis. Dengan menggunakan metode tersebut penulis mendapati bahwa secara umum kedua penafsir ini sama-sama memaknai pemimpin dalam yang identik dengan istilah; Khalîfah, Ulî al-Amri, Imâm dan Mâlik. Lalu mereka pun sepakat bahwa laki-laki lebih berhak menjadi pemimpin daripada wanita berdasarkan kekhususan dan kodrat masing-masing, dikarenakan beratnya tugas dan tanggung jawab kepemimpinan ini. Mereka pun sepakat bahwa pemimpin orang yang beriman haruslah dari golongan orang yang beriman juga. Karena sosok pemimpin itu adalah sebagai salah satu penghubung antara hamba dengan Allah yang ikut mengatur urusan nya melalui tangan pemimpin tersebut. Adapun perbedaan dari kedua tafsir ini terdapat pada sikap dan pandangan terhadap pengikut pemimpin yang kafir juga kepemimpinan wanita yang dianggap sebagai beban tambahan untuk mereka. Dengan demikian jika seorang pemimpin telah memenuhi syarat dan memiliki sifat-sifat hasanah yang ditonjolkan dalam setiap tindakannya, Insya Allah pemimpin tersebut mampu menciptakan masyarakat yang islami dan menjadikan negaranya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Tafsir Hadist
Depositing User: HAMID FAHMI FAHMI
Date Deposited: 17 Mar 2017 01:25
Last Modified: 17 Mar 2017 01:25
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/406

Actions (login required)

View Item View Item