ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA WANPRESTASI DAN PENYELESAIANNYA PADA PRODUK MURABAHAH ( Studi Pada BMT Mitra Usaha Lampung Timur)

Safitri, Eka Nur (2018) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA WANPRESTASI DAN PENYELESAIANNYA PADA PRODUK MURABAHAH ( Studi Pada BMT Mitra Usaha Lampung Timur). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (4MB) | Preview

Abstract

Pembiayaan Murabahah sangat bermanfaat untuk nasabah disaat kekurangan dana dan membutuhkan barang, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidupnya atau peningkatan usaha, maka nasabah dapat meminta BMT untuk memenuhi kebutuhan dengan pembayaran yang dilakukan secara cicilan dalam kurun waktu yang disepakati. Meskipun dengan kemudahan yang diberikan, pada kenyataannya masih terdapat beberapa permasalahan. Permasalahan yang hampir semua lembaga pembiayaan pasti akan menemui yaitu nasabah yang tidak dapat mengangsur atas apa yang sudah diperjanjikan sehingga timbul wanprestasi. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis memfokuskan penelitian sebagai berikut: (1) Apakah Faktor-faktor penyebab terjadinya wanprestasi pada produk murabahah di BMT Mitra Usaha Lampung Timur? (2) Bagaimana cara penyelesaian wanprestasi pada produk murabahah pada BMT Mitra Usaha Lampung Timur? Jenis penelitian yang peneliti gunakan yaitu penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif yang penulis ambil ini bersifat lapangan, data didapat dari pengurus dan nasabah BMT Mitra Usaha, dengan populasi berjumlah 19 orang dan sampel yang diambil 9 orang. Penelitian ini menggunakan metode wawancara (interview) sebagai metode utama untuk mengumpulkan data-data, dan menggunakan tekhnik purposive sampling untuk mengecek kebenaran data mengenai wanprestasi murabahah. Hasil penelitian ini menunjukkan; pertama, Faktor-Faktor terjadinya wanprestasi pada produk murabahah di BMT diantaranya adalah Dari Eksternal (Nasabah) diantaranya: Nasabah meninggal dunia, Nasabah Sakit, Pendapatan mengalami penurunan, Bangkrut anggota, Debitur mampu membayar namun susah untuk membayar, sedangkan dalam internal (Pihak BMT) sendiri yaitu; kurang maksimal dalam menganalisis pembiayaan misalnya capacity (Kemampuan usaha nasabah), Penetapan jangka waktu pembayaran, jaminan yang hilang, pengaktifan tabungan. Kedua, penyelesaian wanprestasi pada produk murabahah yaitu dengan cara penagihan secara intens, diberikan SP yaitu SP1 dalam jangka waktu dua bulan, SP2 dalam jangka waktu 3 bulan, dan SP3 dalam jangka waktu 6 bulan, setelah diadakan surat peringatan kepada nasabah jika tidak dapat jawaban dari nasabah maka akan diadakan musyawarah yaitu dengan pilihan Rescheduling (penambahan waktu) dan akad ulang, namun apabila nasabah telah diberikan tambahan waktu tetapi tidak dapat membayar, berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak nasabah untuk merelakan jaminannya untuk dijual agar menutup angsurannya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Perbankan Syariah
Depositing User: ADMINLIB PERPUSTAKAAN
Date Deposited: 16 Jul 2018 06:59
Last Modified: 16 Jul 2018 06:59
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/4007

Actions (login required)

View Item View Item