MAKNA TABU-TABU PADA KAUM PEREMPUAN SUNDA (Studi Desa Kodasari Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka)

Hasbullah, Asyeh (2017) MAKNA TABU-TABU PADA KAUM PEREMPUAN SUNDA (Studi Desa Kodasari Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka). Undergraduate thesis, IAIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[img]
Preview
PDF
Download (6MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini mengkaji tentang berbagai jenis tabu perempuan Sunda khususnya desa Kodasari. Bagaimana perempuan Sunda mempercayai dan mempraktekkan tabu-tabu yang berkembang dan masih ditradisikan dari generasi ke generasi juga menjadi salah satu fokus penelitian ini, disamping juga akan menganalisa pesan, makna dan fungsi tabu bagi perempuan Sunda. Tabu atau pantangan merupakan suatu hal yang hampir selalu ada dalam setiap budaya masyarakat dimanapun, terutama budaya masyarakat primitif. Berbagai penelitian, terutama yang dilakukan oleh orang-orang Barat, menunjukan betapa tabu-tabu (pantangan-pantangan) hampir selalu muncul dalam berbagai aktifitas sosial keagamaan masyarakat. Dalam melakukan aktifitas social mereka, orang-orang primitif khususnya selalu memperhatikan apakah ada tabu berkaitan dengan aktifitas mereka untuk menghindari hal-hal yang mungkin dilarang dalam tabu yang ada dalam budaya mereka. Tabu ini dianggap bisa menjadi atau mengandung pesan-pesan moral bagi masyarakat yang meyakininya sehingga seringkali seseorang yang ingin melakukan sesuatu terpaksa membatalkannya ketika hal itu dianggap bertentangan atau dilarang dalam tabu yang mereka yakini. Penelitian ini mencoba menjawab beberapa topik permasalahan berikut ini: Apa sajakah macam-macam tabu bagi perempuan dalam masyarakat sunda di Desa Kodasari Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka?; Apa makna dan fungsi tabu bagi kaum perempuan sunda di Desa Kodasari Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka? Penelitian ini adalah penelitian ethografi yang bersifat deskripsi kualitatif dengan menggunakan pendekatan antropologis dan fenomenologis. Etnografi, Menurut James P. Spradley, merupakan pekerjaan mendeskripsikan suatu kebudayaan. Tujuan utama etnografi ini adalah untuk memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli, sebagaimana dikemukakan oleh Bronislaw Malinowski, bahwa tujuan etnografi adalah memahami sudut pandang penduduk asli, hubungannya dengan kehidupan, untuk mendapat pandangannya mengenai dunianya. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kajian pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; Pertama, Pada masyarakat sunda dalam hal ini didaerah Kodasari Majalengka ada banyak sekali jenis tabu yang jika dikelompokkan menjadi; a). Tabu Untuk Gadis/Perawan, b). Tabu Untuk Perempuan Yang Sedang Mentruasi, c). Tabu Untuk Perempuan Yang Mau Menikah, d). Tabu Untuk Perempuan Hamil, e). Tabu Untuk Perempuan Yang Melahirkan, f). Tabu Untuk Perempuan Umum. Kedua, Beragam tabu yang ada pada masyarakat Kodasari, khususnya yang berkaitan dengan tabu perempuan Kodasari, jika dianalisis maknanya baik secara tekstual maupun kontekstual memiliki fungsi dan makna sebagai bentuk penjagaan moral dan prilaku, pemeliharaan identitas diri dan identitas sosial, memperkuat hubungan emosional, bentuk perlindungan sampai simbol kasih sayang dan cinta.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: ADMINLIB PERPUSTAKAAN
Date Deposited: 17 Mar 2017 01:28
Last Modified: 17 Mar 2017 01:28
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/391

Actions (login required)

View Item View Item