MITOS MATU DALAM KEPERCAYAAN MASYARAKAT PESISIR (Studi di Pekon Way Sindi Kecamatan Karya Penggawa–Pesisir Barat)

Susanti, Nuria (2018) MITOS MATU DALAM KEPERCAYAAN MASYARAKAT PESISIR (Studi di Pekon Way Sindi Kecamatan Karya Penggawa–Pesisir Barat). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (3MB) | Preview

Abstract

Mitos Matu yang berada di wilayah Pesisir Barat adalah salah satu mitos yang berada di Desa Way Sindy. Mitos ini sudah menjadi kepercayaan masyarakat setempat semenjak zaman terdahulu yang diwariskan secara turun temurun singga saat ini. Mitos Matu ini diwujudkan masyarakat Desa Way Sindy dalam suatu ritual yang dinamakan Ngundang Matu. Ngundang Matu adalah suatu ritual yang masyarakat setempat lakukan dalam perwujudan rasa hormat terhadap roh leluhur mereka serta untuk melestarikan teradisi adat dan budaya yang yang berasal dari peninggalan nenek moyang terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pemerintah, dan masyrakat setempat tentang adanya ritual Ngundang Matu serta untuk mengetahui makna dan bentuk dari ritual tersebut. Dalam pelaksaan ritual Ngundang Matu ini biasanya dilakukan pada saat keluarga dari keturunan kerajaan baik itu Suntan, Dalom, Raja, Sai Batin Dan Minak melakukan suatu acara seperti Ngajong/ Butayuh, Busunat, Ngeni Gelagh Adok dan lain-lain. Penelitian ini merupakan penelitian field research yang diungkapkan secara deskriptif berdasarkan studi lapangan yang ditunjang dengan beberapa teori, yang bersumber dari kepustakaan yang berpungsi untuk mengangkat dan mengungkapkan dengan metode observasi dan interview, yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan antropologi dan fenomenologi. Kemudian data yang diperoleh dari observasi dan interview tersebut dianalisa secara deduktif yang kemudian disimpulkan dengan analisa induktif. Pada bagian akhir penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam kepercayaan tentang sosok Matu ini terdapat banyak tanggapan yang positif dari pihak pemerintah maupun dari pihak masyarakat setempat. Contohnya tanggapan positif yang ini diwujudkan oleh pihak pemerintah dengan menjadikan Goa Matu yang merupakan tempat tinggal dari sosok Matu yang mereka yakini menjadi suatu objek wisata religi yang sudah diketahui oleh halayak ramai baik dari Kabupaten Pesisir Barat, Propinsi Lampung sendiri dan bahkan sudah banyak diketahui oleh halayak ramai dari pulau jawa. Sedangkan tanggapan positif yang diberikan oleh masyarakat setempat adalah tetap melestarikan budaya ritual Ngundang Matu baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang dengan maksud agar budaya Ngundang Matu tidak akan pernah hilang dan punah

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: ADMINLIB PERPUSTAKAAN
Date Deposited: 05 Jun 2018 02:46
Last Modified: 05 Jun 2018 02:46
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/3714

Actions (login required)

View Item View Item