ISLAM DAN DEMOKRASI DI INDONESIA STUDI PERBANDINGAN PEMIKIRAN M. AMIEN RAIS DAN ABDURRAHMAN WAHID

Nando, Robert (2018) ISLAM DAN DEMOKRASI DI INDONESIA STUDI PERBANDINGAN PEMIKIRAN M. AMIEN RAIS DAN ABDURRAHMAN WAHID. Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (1MB) | Preview

Abstract

Demokrasi pertama-tama merupakan gagasan yang mengandaikan bahwa kekuasaan itu adalah dari, oleh, dan untuk rakyat. Di Indonesia mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam yang berpedoman kepada Al-Qur‟an dan Sunnah. Oleh karena itu dengan mayoritas masyarakat Islam di Indonesia apakah demokrasi tersebut dapat di terima di negara Indonesia melalui pemikiran politik M. Amien Rais dan Abdurrahman Wahid. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemikiran M. Amien Rais dan Abdurrahman Wahid tentang Islam dan demokrasi di Indonesia, bagaimana persamaan dan perbedaan pemikiran politik M. Amien Rais dan Abdurrahman Wahid tentang Islam dan demokrasi di Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran M. Amien Rais dan Abdurrahman Wahid tentang Islam dan demokrasi di Indonesia dan persamaan dan perbedaan pemikiran politik M. Amien Rais dan Abdurrahman Wahid tentang Islam dan demokrasi di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian library research (penelitian pustaka), yaitu suatu penelitian yang menelaah dari berbagai macam teori, data-data, dan dokumen-dokumen yang mempunyai hubungan dengan permasalahan yang akan diteliti yang dapat menjadi landasan teori bagi penelitian. Dalam penelitian ini digunakan pengumpulan studi pustaka, mengingat penelitian ini merupakan bahan kepustakaan maka penelitian ini pengumpulan data yang digunakan hanya metode dokumentasi, yaitu alat untuk mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa dokumen, catatan, transkip, dan lain-lain yang berhubungan dengan Islam dan demokrasi baik itu bahan primer maupun bahan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikemukakan bahwa pemikiran M. Amien Rais dan Abdurrahman Wahid mengenai Islam dan demokrasi di Indonesia yaitu bagi keduanya persoalannya bukan sekadar demokrasi itu sesuai dengan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam, tetapi lebih dari itu, pembentukan masyarakat atau negara yang adil dan egaliter seperti yang dikehendaki Islam, untuk zaman sekarang hanya mungkin diwujudkan melalui sistem negara demokrasi. Persamaan dan perbedaan pemikiran M. Amien Rais dan Abdurrahman Wahid tentang Islam dan demokrasi di Indonesia, persamaannya yaitu karakteristik pemikiran Gus Dur dan Amien Rais berangkat dari Syari‟ah. Hanya saja Gus Dur lebih suka menjadikan syari‟ah sebagai social ethics dan berfungsi komplementer, sementara Amien Rais cendrung menjadikan syari‟ah sebagai “ideologi alternatif”. Sedangkan perbedaannya yaitu Perbedaan paradigma pemikiran Amien Rais dan Abdurrahman Wahid dalam konteks tertentu mempunyai implikasi yang berbeda, khususnya dalam merumuskan hubungan Islam (syari‟ah) dan demokrasi. Meskipun sama-sama menolak syari‟ah dijadikan sebagai konstitusi negara, tetapi lebih menerimannya sebagai patokan moral-etik kehidupan bernegara, Amien Rais membela demokrasi untuk melindungi syari‟ah dari penyelewengan atau distorsi dan detereorisasi. Sedangkan Abdurrahman Wahid mendukung demokrasi liberal justru lebih sebagai sebuah keharusan untuk melindungi pluralisme masyarakat bangsa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Siyasah (Hukum Tata Negara)
Divisions: Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara)
Depositing User: Brama Sari
Date Deposited: 18 Apr 2018 03:46
Last Modified: 18 Apr 2018 03:46
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/3490

Actions (login required)

View Item View Item