BUDAYA PERKAWINAN ADAT LAMPUNG PEPADUN DALAM PERSPEKTIF DAKWAH PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM DI KECAMATAN ANAK TUHA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

TIMBASZ, GHOZALI (2018) BUDAYA PERKAWINAN ADAT LAMPUNG PEPADUN DALAM PERSPEKTIF DAKWAH PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM DI KECAMATAN ANAK TUHA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH. Masters thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (232kB) | Preview
[img]
Preview
PDF (ABSTRAK)
Download (20kB) | Preview
[img]
Preview
PDF (DAFTAR ISI)
Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
PDF (BAB 1)
Download (102kB) | Preview
[img]
Preview
PDF (BAB 2)
Download (226kB) | Preview
[img]
Preview
PDF (DAFTAR PUSTAKA)
Download (28kB) | Preview
[img]
Preview
PDF (LAMPIRAN)
Download (212kB) | Preview

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan warisan seni dan budaya, mempunyai beraneka ragam suku dan keberagaman budaya dan itulah Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. Masyarakat Lampung secara keadatan, terdiri dari dua kelompok besar yaitu Jurai Pepadun dan Jurai Saibatin. Asal usul kedua masyarakat adat inilah yang di akultrasi menjadi lambang dan motto propinsi Lampung “Sai Bumi Ruwa Jurai”. Tata nilai budaya masyarakat Lampung tercermin dari palsafah hidup Pi’il pesenggiri, juluk adek, nemui nyimah, nengah nyappur dan sakai sambayan. Inti dari kelima palsafah tersebut merupakan kebutuhan dasar bagi seluruh anggota masyarakat adat setempat agar tetap bertahan secara wajar dalam membina kehidupan dan penghidupan yang tercermin dalam tata kelakuan sehari-hari, baik secara pribadi ataupun bersama dengan kelompok masyarakat adat maupun masyarakat secara luas. Tradisi perkawinan adat Lampung Pepadun tersebar di beberapa daerah keadatan, diantaranya adat Abung Siwo Migo, Pubian Telu Suku, Mego Pak Tulang Bawang, Buay Lima Way Kanan dan Sungkai Bunga Mayang. Lampung Pepadun Marga Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah termasuk dalam keadatan Abung Siwo Migo dan membakukan tata cara dalam sebuah perkawinan dengan istilah “ngejuk ngakuk” (memberi dan menerima), yang dimaksud adalah muli/meghanai (bujang/gadis), dan prosesi tersebut dinamakan Perkaro Ibal. Perkaro ibal dalam perkawinan adat Lampung Pepadun Marga Anak Tuha, dibagi kedalam dua kelompok, yaitu pertama; kelompok adat yang dilibatkan diakhir perkaro ibal karena sebab muli nyakak/bubbay/sebambangan, atau di istilahkan dengan ibal salah, ibal linget, ibal sayang, terjadi atas kemauan bujang/gadis sendiri tanpa melibatkan orang tua sebelumnya, perkara ini disebut juga dengan Rasan Sanak (pekerjaan anak). Kedua; kelompok adat yang dilibatkan dari awal hingga prosesi ibal berakhir. Perkara ibal semacam ini yang dibenarkan dalam prosesi adat. Adapun bentuk prosesi tersebut dikenal dengan istilah bumbang batin, bumbang ajie/ibal tetagh, dan ibal serbo/pineng ngerabung sanggagh. Ketiga tata cara perkawinan tersebut diawali dari kesepakat keluarga kedua belah pihak, oleh karena itu disebut Rasan Tuho (pekerjaan orang tua). Dalam tata cara pelaksanaannya, rasan sanak, dari awal upacara sampai dengan berakhirnya prosesi perkawinan, berlangsung begitu unik yaitu adanya dau penepik, Ngattak penurunan senato / ngapil salah, nyabai, sujud meghiyan, manjau yang disertai dengan sesan. Berbeda dengan tata cara rasan tuho, penyelesaikan upacara adat menggunakan kegiatan ngedio, ngerujak belimau, cangget pilangan, pembacaan pepaccur, dll. Dari prosesi upacara adat dalam sebuah perkawinan tersebut diatas, berdasarkan hasil penelitian bahwa, adat istiadat tetap dipertahankan hingga saat ini, hal tersebut karena adat dijadikan sebagai perisai yang dianggap sakral dan bernilai posistif, disamping unsur-unsur budaya setempat lebih dominan dibandingkan budaya lain, sehingga peraturan adat sangat membatasi untuk menerima pengaruh budaya luar.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Ilmu Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: Ms. Rohai Inah Indrakasih
Date Deposited: 03 Apr 2018 01:55
Last Modified: 18 Apr 2018 06:59
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/3439

Actions (login required)

View Item View Item