ETIKA BERTAMU DALAM PERSPEKTIF LIVING QUR’AN ( Upaya Menghidupkan Al-Qur’an Didalam Masyarakat Studi Tafsir Al-Misbah)

MARLINA, YENI (2018) ETIKA BERTAMU DALAM PERSPEKTIF LIVING QUR’AN ( Upaya Menghidupkan Al-Qur’an Didalam Masyarakat Studi Tafsir Al-Misbah). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (36MB) | Preview

Abstract

Mengembangkan kajian al-Qur’an tidak selalu hanya memperlakukan al- Qur’an sebagai teks, tetapi juga mengkaji al-Qur’an sebagai fenomena yang hidup dalam masyarakat seperti cara masyarakat berinteraksi dengan al-Qur’an, memperlakukan al-Qur’an sebagai seuatu yang bernilai dengan sendirinya.Teks al-Qur’an yang “hidup” di masyarakat itulah yang disebut dengan The Living Qur’an.Adapun salah satu fenomena yang masih menjadi masalah besar di masyarakat yaitu berkaitan dengan akhlak bermasyarakat.Akhlak bermasyarakat adalah hal yang tidak terlepas dari seorang manusia. Penciptaan manusia sebagai makhluk sosial membuatnya selalu membutuhkan orang lain. Menjaga akhlak atau etika dalam hidup bermasyarakat adalah hal yang sangat penting agar hubungan baik dengan orang lain selalu terjalin dengan harmonis. Seperti halnya dengan etika bertamu kerumah orang lain. Etika bertamu adalah cara berkunjung ke rumah orang lain dalam rangka mempererat tali silaturahim sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat. Dan berkaitan dengan hal ini maka penulis melakukan penelitian tentang bagaimana etika ketika kita hendak berkunjung kerumah orang lain sesuai dengan yang di ajarkan dalam al-Qur’an. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pendekatan sosiologis dan antropologis.Dilihat dari sifatnya penelitian ini bersifat deskriptif, dan dilihat dari jenisnya yaitu termasuk riset kepustakaan (Library Research), dan peneliti mengkaji masalah etika bertamu ini dari sudut pandang pemikiran Quraish Shihab dengan mengambil sumber dalam Tafsirnya Al-Misbah. Untuk memudahkan penelitian ini maka penulis merumuskan permasalahan yakni bagaimana penafsiran tentang ayat-ayat bertamu menurut Quraish Shihab didalam Tafsir Al- Misbah?, dan bagaimana kontekstualitas penafsiran beliau dengan tradisi masyarakat di Indonesia?. Al-Qur’an mengatur masalah etika ketika bertamu dengan sangat tegas di dalam surat An-Nūr ayat: 27, 28, 58, 59, 61,62, Hūd ayat: 69,78, al-Hijr ayat: 51,52,68, adz-Dzāriyāt ayat: 24,25 dan al-Kahf ayat: 77. Dari ayat-ayat tersebut, tergambar bahwa Islam dengan tegas mengatur bagaimana akhlak ketika mengunjungi rumah orang lain dan kewajiban kita menghormati hak orang lain. Salah satunya ketika bertamu yang menjadi kunci agar terciptanya kebaikan antara seorang tamu dan tuan rumah. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang pendapat Quraish Shihab yaitu bahwa seorang muslim ketika hendak bertamu harus memiliki etika atau akhlak, aturan tersebut berlaku baik bagi yang bertamu maupun bagi tuan rumah yang kedatangan tamu yaitu dengan mengucapkan salam sebelum masuk dan menjawab salam dengan yang lebih baik, mendahulukan salam baru meminta izin, meminta izin dapat juga dilakukan dengan mengetuk pintu atau berdeham, dan memuliakan tamu.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: ADMINLIB PERPUSTAKAAN
Date Deposited: 29 Mar 2018 08:32
Last Modified: 29 Mar 2018 08:32
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/3421

Actions (login required)

View Item View Item