Perilaku Bid’ah dan Pengaruhnya dalam al-Jarh Wa at-Ta’dîl

Isnaeni, Ahmad (2016) Perilaku Bid’ah dan Pengaruhnya dalam al-Jarh Wa at-Ta’dîl. 1, 1 (1). Idea Press Yogyakarta, Yogyakarta. ISBN 978-602-6335-12-8

[img] PDF
Download (2MB)

Abstract

Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, atas terselesaikannya buku ini. Shalawat dan Salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tulisan ini pada mulanya merupakan tesis penulis saat menyelesaikan studi di Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta akhir Oktober 2003. Di dalamnya membahas tentang pandangan ulama hadits terhadap periwayat ahli bid’ah. Term ahli bid’ah dalam kajian hadits cukup menarik, di mana secara akidah dan pemahaman keagamaan, mereka dinilai telah salah dari paham kebanyakan umat Islam. Kata bid’ah seringkali diasosiasikan kepada sesuatu yang buruk, salah, nyleneh dari garis yang dituntun oleh syariat Islam. Dalam kajian ilmu hadits, term ini melekat pada mereka yang berpandangan tidak sama dengan kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah. Pada perkembangan selanjutnya, term ini tertuju kepada kalangan Kalamiyah seperti Mu’tazilah, Syi’ah, Qadariyah, Jabariyah, dan lain-lain. Hal menarik dari sisi kekhususan ilmu hadits, sedikit bergeser bila disejajarkan dengan pendekatan syariat. Mereka yang tertuduh berpaham seperti itu telah dicap sebagai orang yang tidak benar, salah, sesat, dan kafir. Kenyataannya, para periwayat hadits kelompok ahli bid’ah ini banyak ditemukan di dalam kitab-kitab hadits mu’tabarah, baik kutub al-hadits as- sittahi maupun kutub al-hadits at-tis’ah. Keberadaan mereka memiliki tempat yang sama dengan para periwayat hadits vi lainnya. Standar penilaian ulama terhadap periwayat ahli bid’ah berlandaskan pada kaidah ilmu hadits. Keberadaan periwayat hadits ahli bid’ah akan tetap diakui selama mereka memenuhi criteria dan ketentuan sebagai periwayat hadits. Terdapat dua penilaian terhadap para periwayat ahli bid’ah, yakni diterima dan ditolak periwayatan haditsnya. Jika mereka termasuk dinilai kafir karena pandangan dan perbuatan bid’ahnya, tentu riwayatnya tertolak. Sementara bagi mereka yang tidak dinilai kafir, sementara terindikasi sebagai propagandis maka riwayatnya juga tertolak, jika riwayat itu membela paham mereka. Selain itu keberadaan hadits-hadits periwayat ahli bid’ah tetap diterima manakala memenuhi standar periwayatan hadits. Tulisan ini diperuntukkan bagi mahasiswa jurusan Tafsir Hadits, pemerhati ilmu hadits, dan masyarakat umum yang berkeinginan lebih banyak mengenal kritik hadits, khsususnya terkait telaah ulama terhadap periwayat ahli bid’ah. Tentunya dalam tulisan ini terdapat kekurangan, kesalahan, dan ungkapan kebahasaan yang kurang tepat atau salah, untuk itu penulis harapkan kritik konstruktif demi perbaikan di masa mendatang.

Item Type: Book
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: PTIPD Admin
Date Deposited: 12 Mar 2018 02:24
Last Modified: 12 Mar 2018 02:24
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/3349

Actions (login required)

View Item View Item