PENGUKURAN POPULASI RAYAP TANAH Macrotermes gilvus DAN TEKNIK PENGENDALIANNYA MENGGUNAKAN TERMITISIDA BERBAHAN AKTIF FIPRONIL PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MILIK RAKYAT DI KABUPATEN MESUJI LAMPUNG

Pawana, Cikra (2017) PENGUKURAN POPULASI RAYAP TANAH Macrotermes gilvus DAN TEKNIK PENGENDALIANNYA MENGGUNAKAN TERMITISIDA BERBAHAN AKTIF FIPRONIL PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MILIK RAKYAT DI KABUPATEN MESUJI LAMPUNG. Undergraduate thesis, IAIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[img]
Preview
PDF
Download (5MB) | Preview

Abstract

Rayap merupakan bagian yang sangat penting di dalam daur ulang nutrisi tanaman melalui proses dekomposisi material organik dari kayu dan serasah tanaman. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa rayap mengakibatkan dampak negatif. Karna menjadi hama pada lingkungan pemukiman dan perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah individu rayap Macrotermes gilvus dalam suatu populasi dan untuk mengetahui kemampuan pengendalian rayap Macrotermes gilvus menggunakan termitisida berbahan aktif fipronil pada perkebunan kelapa sawit milik rakyat di Kabupaten Mesuji. Sarang rayap yang ditemukan diukur besar volumenya. Penghitungan jumlah individu menggunakan Metode CMRR (Capture Mark Release Recapture), setelah dilakukan penghitungan, dilakukan uji labolatorium dan uji lapangan. Uji laboratorium dilakukan untuk mengetahui dosis terbaik untuk aplikasi di lapangan. Uji skala laboratorium dilakukan pada 1000 rayap dengan menggunakan empat dosis yang berbeda yaitu 0,05 gram, 0,10 gram, 0,15 gram, dan 0,20 gram. Pengendalian rayap Macrotermes gilvus dilakukan dengan cara memberikan umpan beracun pada sarang. Dari hasil penelitian, ditemukan 102 sarang rayap Macrotermes gilvus pada lahan kelapa sawit seluas sepuluh hektar. Penghitungan jumlah individu rayap dilakukan pada sarang yang memiliki ukuran volume sebesar 5,127 m3 dan didapati jumlah populasi awal menurut perhitungan Lincoln Peterson sebanyak 29.328 individu sedangkan menurut perhitungan Schnabel sebanyak 31.631 individu. Pada uji skala laboratorium tingkat kemampuan bertahan hidup rayap sangat berbeda antara kontrol dan perlakuan. Pada kontrol rayap mampu bertahan selama 21 hari sedangkan pada perlakuan hanya mampu bertahan selama dua sampai empat hari, dan setelah dilakukan uji BNT dapat disimpulkan bahwa semua perlakuan dengan pemberian racun dengan dosis yang berbeda tidak menunjuka perbedaan yang nyata. Sehingga peneliti menggunakan dosis 0,05 gram untuk 1000 individu, dan untuk melakukan pengendalian jumlah populasi awal, peneliti membutuhkan 1,55 gram termitisida untuk dilakukan uji skala lapangan. Setelah dilakukan pemberian racun didapati jumlah populasi akhir menurut perhitungan Lincoln Peterson sebanyak 4.440 individu, terjadi penurunan sebesar 85% dari jumlah populasi awal dan menurut perhitungan Schnabel sebanyak 4.250 individu, terjadi penurunan sebesar 86% dari jumlah populasi awal. Kata kunci: Macrotermes gilvus, Perkebunan Kelapa Sawit, Ukuran Populasi, Pengendalian.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Pendidikan Biologi
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Biologi
Depositing User: HAMID FAHMI FAHMI
Date Deposited: 13 Mar 2017 01:54
Last Modified: 13 Mar 2017 01:54
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/333

Actions (login required)

View Item View Item