PRAKTEK PERDUKUNAN PEMILIHAN KEPALA DESA DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi di Pekon Lemong Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir Barat)

LESTARI, WULAN (2018) PRAKTEK PERDUKUNAN PEMILIHAN KEPALA DESA DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi di Pekon Lemong Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir Barat). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Download (4MB)

Abstract

Penelitian yang bejudul “Praktek Perdukunan Pemilihan Kepala Desa dalam Perspektif Islam (Studi di Pekon Lemong Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir barat)” dilatarbelakangi oleh adanya masyarakat yang masih menaruh harapannya kepada dukun terkait pemilihan Kepala Desa di Pekon Lemong. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui keyakinan masyarakat terhadap perdukunan dan bagaimana peraktek perdukunan terkait pemilihan kepala desa yang ada di Pekon Lemong. Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keyakinan mayarakat Pekon Lemong Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir Barat terhadap perdukunan ? dan praktek perdukunan terkait pemilihan kepala Desa dalam perspektif Islam ?. Sebagai bentuk penelitian lapangan peneliti ini mengumpulkan data melalui metode wawancara, obervasi dan dokumentasi. Untuk mencapai hasil penelitian tersebut, peneliti ini menggunakan metode filsafat. Dekriptif, interprestasi, hereustika, hermenautika, dan analisis yang mana metode tersebut digunakan untuk mendiskripsikan/menggambarkan sebuah objek yang berhubungan dengan penelitian serta bertujuan untuk mencari dan menemukan makna dan nilai yang ada dalam praktek perdukunan terkaitan pemilihan kepala Desa. Hasil penelitian bahwa, dukun masih menjadi bagian dari keyakinan yang hidup ditengah masyarakat, hal ini dikarenakan ke ilmuan mereka masih rendah terutama ilmu keagamaan, dimana mereka mempercayai bahwa dukun merupakan orang yang memiliki ilmu ghaib dan mengetahui perkara ghaib. Faktor-faktor tersebut menyebabkan kuatnya kepercayaan dan anggapan masyarakat bahwa dukun merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan persoalan kehidupan. Sedangkan melakukan praktek perdukunan dalam perspektif Islam adalah bahwasannya di dalam Al-qur’an dan hadits, orang yang melakukan praktek perdukunan sudah termasuk menyalahi Aqidah Islam, dan pelakunya bisa digolongkan sebagai musyrik atau bisa saja shalatnya tidak diterima selama empat puluh (40) malam.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 08 Mar 2018 02:17
Last Modified: 08 Mar 2018 02:17
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/3307

Actions (login required)

View Item View Item