ETIKA LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA (Studi Pada Objek Wisata Youth Camp Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran)

MUHAMMAD, RIFA’I (2023) ETIKA LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA (Studi Pada Objek Wisata Youth Camp Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI BAB 1 DAN 5.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI MUHAMMAD RIFA’I.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK ETIKA LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA (Studi Pada Objek Wisata Youth Camp Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran) Oleh: Muhammad Rifa’i Pengembangan objek-objek wisata massal banyak menimbulkan dampak buruk pada kondisi lingkungan. Hal ini terjadi dikarenakan berbagai tempat wisata yang dikembangkan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan, pengembangan yang dilakukan hanya berfokus pada peningkatan perekonomian semata. Contoh permasalahannya yaitu penebangan pohon untuk dijadikan taman sehinga merusak struktur tanah. Selain itu juga diketahui permasalahan lingkungan itu terjadi juga disebabkan dari pengelolaan objek-objek wisata massal yang tidak memperhatikan pelestarian lingkungan. Seperti contoh tidak adanya tempat sampah yang disiapkan oleh pengelola sehingga banyaknya sampah yang tidak dikelola dengan baik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan objek wisata dan tinjauan etika lingkungan terhadap pengelolaan objek wisata Youth Camp Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif, penelitian ini dilakukan di Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Dalam menentukan informan peneliti menggunakan teknik porpusive sampling. Jenis data dalam penelitian ini terdiri dari data primer, data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, obeservasi serta dokumentasi. Untuk analisis data menggunakan metode deskriptif, dan interpretasi. Kemudian penarikan kesimpulan menggunakan metode induktif. Dari penelitian ini ditemukan jawaban bahwa pengelolaan objek wisata Youth Camp dapat dilihat dari tiga bentuk yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Dalam perencanaannya semua harus mengarah pada konservasi, pengawetan, pencegahan kerusakan. Perencanaannya melibatkan pihak tahura, dinas kehutanan, pemerintah daerah, akademisi serta masyarakat. Dalam pelaksanaannya ada pelatihan-pelatihan, seperti penyuluh untuk membina masyarakat pengelola, selain itu juga ada aturan-aturan yang harus dipatuhi masyarakat pengelola seperti misalnya masyarakat dilarang menebang pohon, dilarang berburu, dilarang untuk merusak hutan. Pelaksanaannya juga dianggap sudah sesuai dengan apa yang telah direncanakan yaitu sudah mengarah pada aspek konservasi, pengawetan serta pencegahan kerusakan. Pengawasan, pihak Tahura melakukan pengawasan terhadap pengelolaan objek wisata Youth Camp, dalam pengawasannya melibatkan beberapa pihak yaitu Tahura sendiri, pemerintah daerah, serta masyarakat. Mengacu pada etika lingkungan A. Sonny Keraf, dalam pengelolaan objek wisata Youth Camp dilakukan dengan menerapkan sikap hormat kepada alam, prinsip tanggung jawab serta prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam. Hal ini bisa dilihat dari beberapa bentuk perilaku masyarakat pengelola objek wisata Youth Camp yang tidak pernah membuang sampah di aliran sungai, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan sampah yang berserakan, tidak berburu hewan, tidak pernah menggemburkan tanah, menanam pohon, menyirami tanaman yang ditanami. Kemudian ketika mereka ingin menanam tanaman seperti tanaman pala, kopi dan lain-lain tidak dengan cara menebang pohon yang sudah hidup dan yang sudah besar, namun dilakukan dengan cara mereka tetap menanam tanaman tanpa melakuakan penenebangan pohon. Kata Kunci: Etika Lingkungan, Objek Wisata, Youth Camp Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Lampung. ABSTRACT ENVIRONMENTAL ETHICS IN MANAGEMENT TOURIST ATTRACTION (Study at the Youth Camp Tourist Attraction, Wan Abdul Rachman Forest Park, Teluk Pandan District Pesawaran Regency) By: Muhammad Rifa'i The development of mass tourism objects has many negative impacts on environmental conditions. This happens because various tourist attractions are developed without paying attention to environmental conditions, the development carried out only focuses on improving the economy. An example of a problem is cutting down trees to make gardens, thereby destroying the soil structure. Apart from that, it is also known that environmental problems occur due to the management of mass tourism objects that do not pay attention to environmental conservation. For example, there are no rubbish bins prepared by the management so that a lot of rubbish is not managed properly. The aim of this research is to find out how tourist attractions are managed and an environmental ethics review of the management of the Wan Abdul Rachman Grand Forest Park Youth Camp tourist attraction. The method used in this research is descriptive field research. This research was conducted in Teluk Pandan District, Pesawaran Regency. In determining informants, researchers used a proportional sampling technique. The types of data in this research consist of primary data and secondary data. Data collection techniques in this research used interviews, observation and documentation. For data analysis using descriptive and interpretation methods. Then draw conclusions using the inductive method. Dari penelitian ini ditemukan jawaban bahwa pengelolaan objek wisata Youth Camp dapat dilihat dari tiga bentuk yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Dalam perencanaannya semua harus mengarah pada konservasi, pengawetan, pencegahan kerusakan. Perencanaannya melibatkan pihak tahura, dinas kehutanan, pemerintah daerah, akademisi serta masyarakat. Dalam pelaksanaannya ada pelatihan-pelatihan seperti penyuluh untuk membina masyarakat pengelola, selain itu juga ada aturan-aturan yang harus dipatuhi masyarakat pengelola seperti misalnya masyarakat dilarang menebang pohon, dilarang berburu, dilarang untuk merusak hutan. Pelaksanaannya juga dianggap sudah sesuai dengan apa yang telah direncanakan yaitu sudah mengarah pada aspek konservasi, pengawetan serta pencegahan kerusakan. Pengawasan, pihak Tahura melakukan pengawasan terhadap pengelolaan objek wisata Youth Camp, dalam pengawasannya melibatkan beberapa pihak yaitu Tahura sendiri, pemerintah daerah, serta masyarakat. Mengacu pada etika lingkungan A. Sonny Keraf, dalam pengelolaan objek wisata Youth Camp dilakukan dengan menerapkan sikap hormat kepada alam, prinsip tanggung jawab serta prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam. Hal ini bisa dilihat dari beberapa bentuk perilaku masyarakat pengelola objek wisata Youth Camp yang tidak pernah membuang sampah di aliran sungai, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan sampah yang berserakan, tidak berburu hewan, tidak pernah menggemburkan tanah, menanam pohon, menyirami tanaman yang ditanami. Kemudian ketika mereka ingin menanam tanaman seperti tanaman pala, kopi dan lain-lain tidak dengan cara menebang pohon yang sudah hidup dan yang sudah besar, namun dilakukan dengan cara mereka tetap menanam tanaman tanpa melakuakan penenebangan pohon. Kata Kunci: Etika Lingkungan, Objek Wisata, Youth Camp Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Lampung.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 07 Dec 2023 02:54
Last Modified: 07 Dec 2023 02:54
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/31401

Actions (login required)

View Item View Item