HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DAN INVESTASI MIKROBA PADA BALITA PENDERITA DIARE DI PUSKESMAS KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG (Sebagai Alternatif Model Praktikum Materi Mikroba pada Peserta Didik SMA kelas X Semester Ganjil)

Izati, Asa (2018) HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DAN INVESTASI MIKROBA PADA BALITA PENDERITA DIARE DI PUSKESMAS KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG (Sebagai Alternatif Model Praktikum Materi Mikroba pada Peserta Didik SMA kelas X Semester Ganjil). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Download (34MB)

Abstract

Diare adalah keadaan buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari dengan konsistensi cair atau lunak. Diare dapat disebabkan oleh agent penyebab (virus, bakteri, dan parasit), keracunan makanan, kekurangan gizi, dan sebagainya. Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan Iingkungan sanitasi yang kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi sanitasi lingkungan dan investasi mikroba pada balita penderita diare di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan metode analitik observasional.Variabel yang diteliti adalah investasi mikroba dan sanitasi lingkungan yang meliputi sumber air minum, kualitas fisik air bersih, kepemilikan jamban, dan jenis lantai rumah. Cara pengambilan sampel adalah dengan penarikan sampel secara purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah balita diare di wilayah Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung pada bulan Agustus 2017 dan sampelnya sebanyak 30 sampel. Analisis data dilakukan dengan uji statistic Chi- square dalam program SPSS. Hasil penelitian uji laboratorium menunjukkan bahwa investasi mikroba pada balita penderita diare adalah mikroba yang berbentuk basil/batang, kokus/bola serta mikroba yang bersifat gram positif dan gram negatif. Sedangkan hasil penelitian dengan analisis statistik menunjukkan bahwa hubungan sumber air minum dengan investasi mikroba pada balita penderita diare (nilai p = 0,003 ≤ 0,005), kualitas fisik air dengan kejadian diare pada balita (nilai p = 0,000 ≤ 0,005), kepemilikan jamban dengan kejadian diare pada balita (nilai p = 0,144 ≥ 0,005), jenis lantai rumah dengan kejadian diare pada balita (nilai p-value = -). Pada masyarakat untuk meningkatkan tindakan pencegahan terjadinya diare dengan menjaga kebersihan lingkungan. Sanitasi lingkungan perlu diperbaiki yaitu mulai dari sumber air minum, kualitas fisik air, kepemilikan jamban, dan kondisi lantai rumah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Pendidikan Biologi
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Brama Sari
Date Deposited: 02 Feb 2018 02:15
Last Modified: 02 Feb 2018 02:15
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/3125

Actions (login required)

View Item View Item