TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG JUAL BELI NOMOR URUT ARISAN (Studi di RT 024 Kelurahan Bumi Waras Bandar Lampung)

Yusmiarosa, Sarah (2018) TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG JUAL BELI NOMOR URUT ARISAN (Studi di RT 024 Kelurahan Bumi Waras Bandar Lampung). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Download (3MB)

Abstract

Bermuamalah merupakan salah satu bentuk kemudahan bagi manusia untuk memenuhi segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan hidupnya sehari-hari sebagai makhluk individu maupun makluk sosial. Seiring berkembangnya jaman, dalam hal bermuamalah di era globalisasi ini sangat beragam dan bermacam-macam cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagai contohnya, salah satu fenomena yang terjadi di RT 024 Kelurahan Bumi Waras Bandar Lampung yaitu jual beli nomor urut arisan. Hal ini disebabkan adanya pemenuhan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi, sehingga membuat sebagian orang berusaha untuk mendapatkan sumber dana dengan cepat, dan tentu saja dengan cara yang mudah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik jual beli nomor urut arisan di RT 024 Kelurahan Bumi Waras Bandar Lampung dan bagaimana tinjauan hukum Islam tentang praktik jual beli nomor urut arisan di RT 024 Kelurahan Bumi Waras Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana praktik jual beli nomor urut arisan di RT 024 Kelurahan Bumi Waras Bandar Lampung dan bagaimana tinjauan hukum Islam tentang jual beli nomor urut arisan di RT 024 Kelurahan Bumi Waras Bandar Lampung. Penelitian ini tergolong penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian lapangan yang dilakukan dalam kancah kehidupan sebenarnya, data primer dikumpulkan dari wawancara dan dokumentasi. Populasi sampel berjumlah 26 orang yang merupakan anggota arisan. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa praktik jual beli nomor urut arisan di RT 024 Kelurahan Bumi Waras ini merupakan praktik jual beli yang dilakukan oleh sesama anggota arisan dengan kriteria calon penjual sebagai anggota pemilik nomor urut awal dan calon pembeli sebagai anggota pemilik nomor urut tengah atau akhir. Anggota yang ingin membeli nomor urut arisan bertransaksi dengan anggota yang ingin menjual nomor urut miliknya. Calon penjual membuat kesepakatan tentang nominal yang akan dibayar oleh calon iii pembeli. Dalam hal ini tidak dilakukan jika penjual tidak mensyaratkan nominal bayaran. Setelah terjadi kesepakatan antara keduanya, mereka melangsungkan akad jual beli nomor urut arisan. Selanjutnya kedua belah pihak memberitahukan hasil kesepakatan kepada ketua arisan. Ketika tiba giliran nomor urut penjual yang lebih awal (nomor urut yang telah dibeli oleh pembeli), maka uang tunai arisan akan menjadi milik pembeli. Jika ditinjau dari hukum Islam, praktik jual beli yang dilakukan ini tidak memenuhi rukun dan syarat dalam melakukan transaksi jual beli, dimana jelas bahwa nomor urut arisan sebagai objek jual beli tidak bisa digolongkan sebagai harta, juga tidak bisa dikaitkan dalam jual beli manfaat. Jadi dapat disimpulkan jual beli nomor urut arisan yang dilakukan di RT 024 Kelurahan Bumi Waras Bandar Lampung ini secara tinjauan hukum Islam adalah tidak memenuhi syarat atau batal.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: Users 516 not found.
Date Deposited: 09 Jan 2018 01:20
Last Modified: 09 Jan 2018 01:20
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/2885

Actions (login required)

View Item View Item