IDEALITA KELUARGA IBRAHIM A.S. DALAM PERSPEKTIF TAFSIR FI ZHILALIL QUR’AN

Alawiyah, Tuti (2018) IDEALITA KELUARGA IBRAHIM A.S. DALAM PERSPEKTIF TAFSIR FI ZHILALIL QUR’AN. Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Download (1MB)

Abstract

Nabi Ibrahim dikenal sebagai Bapak Para Nabi, Bapak Monotheisme, dan Proklamator keadilan Ilahi, serta sebagai seorang pemimpin yang sukses mendidik keluarganya untuk taat kepada Allah Swt. Keluarga Ibrahim a.s. muncul sebagai keluarga ideal, yang tentu bukan keluarga yang merugi sehingga sangat masuk akal bahwa keluarga tersebut memiliki karakteristik keimanan yang kokoh dan amal saleh. Indikator dari idealita keluarga Ibrahim sendiri yaitu, pertama, adanya ketenangan jiwa yang dilandasi oleh ketakwaan kepada Allah Swt. yang ditandai dengan adanya tauhid. Hal ini dimulai ketika Ibrahim membina keyakinan melalui pencarian Tuhan dan membawa ajaran tauhid. Tauhid itulah yang dijadikan dasar untuk membentuk ketenangan jiwa keluarganya. Kedua, hubungan yang harmonis antara individu yang satu dengan individu yang lain dalam keluarga dan masyarakat. Hubungan ini jelas dari berbagai literatur ketika kita mengingat bahwa, bagaimana kepasrahan Sarah ketika merelakan suaminya untuk menikah dengan Hajar?. Bagaimana kepasrahan Hajar ketika ditinggalkan di lembah yang gersang dan tidak berpenghuni?. Ketaatan Ismail ketika ayahnya mendapat mimpi untuk menyembelihnya. Kabar gembira atas kelahiran Ishak. Interaksi antara Ibrahim dengan menantunya Sayyidah yang menutupi aib dan mengatakan kebaikan suaminya. Kepedulian dan kasih sayang Ibrahim kepada kaum Luth yang akan ditimpa azab oleh Allah Swt. karena tidak mengindahkan perintah-Nya. Hubungan-hubungan inilah yang menjadikan keluarga harmonis atara satu dengan yang lainnya. Ketiga, terjamin kesehatan jasmani, rohani dan sosial. Kesehatan rohani yang sudah dijamin dari Allah Swt. berupa tauhid untuk hanya meng-Esakan Allah Swt. begitu juga yang telah diwariskan kepada keturunannya, Ismail, Ishaq dan Ya‟qub. Empat, cukup sandang, pangan, dan papan. Allah Swt. telah mencukupi segala yang dibutuhkan hambanya. Dalam konteks idealita keluarga, Nabi Ibrahim selalu berdoa kepada Allah Swt. untuk diberi rezeki berupa buah-buahan. Doa inilah yang menjadikan keluarga Ibrahim dekat dengan Sang Maha Pencipta. Dengan memperhatikan hal tersebut, maka peneliti mengangkat sebuah judul “Idealita Keluarga Ibrahim a.s. Dalam Perspektif Tafsir Fi Zhilalil Qur‟an” dengan merumuskan masalah penelitian 1. Bagaimana karakteristik idealita keluarga Ibrahim a.s. dalam perspektif Tafsir Fi Zhilalil Qur‟an. 2. Apakah nilai-nilai yang dapat diteladani dari keluarga Ibrahim a.s. dalam perspektif Tafsir Fi Zhilalil Qur‟an ?. Penelitian ini bertujuan 1. Menjelaskan karakteristik idealita keluarga Ibrahim a.s. dalam perspektif Tafsir Fi Zhilalil Qur‟an. 2. Mengetahui nilai-nilai yang dapat diteladani dari keluarga Ibrahim a.s. dalam perspektif Tafsir Fi Zhilalil Qur‟an. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi dengan 3 bantuan dari berbagai referensi yang bersifat kepustakaan, misalnya buku, majalah, naskah, jurnal, kisah, dokumen, dan lain sebagainya. Penelitian ini bersifat “deskriptif normatif” yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara komperhensif mengenai suatu yang menjadi pendekatan obyek, gejala atau kelompok tertentu. Berkaitan dengan pembahasan ini, yakni dengan menggambarkan penafsiran Sayyid Quthb tentang Idealita Keluarga Ibrahim a.s. Metode yang digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini yaitu dengan metode content analysis dan interpretasi. Dalam pengambilan kesimpulan, metode yang digunakan adalah metode deduktif, yaitu suatu pola yang dilakukan untuk mengambil kaidah-kaidah yang bersifat umum, untuk di dapatkan dan di tarik menjadi kesimpulan pengetahuan yang bersifat khusus. Berdasarkan penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa idealita keluarga Ibrahim a.s dalam pandangan tafsir Fi Zhilalil Qur‟an memiliki karakteristik tauhid yang murni mengarahkan ibadah hanya kepada Allah semata. Penanaman tauhid ke dalam jiwa keluarga merupakan tahap pertama dalam konsep dasar pendidikan keluarga Islam yang dilakukan oleh keluarga Ibrahim a.s. Dengan ketauhidan yang di anugerahkan kepada manusia oleh Allah Swt. manusia berusaha mengimani ke-Esaan Allah, firman-Nya Q.S. Az-Zukhruf: 28, Ibrahim: 37. Tawakkal yaitu penyerahan diri secara totalitas kepada Allah Swt. setelah berupaya dan berusaha sesuai dengan kemampuan, seperti dalam Al-Qur‟an surah Al-Baqarah: 130-131, Ali-Imran: 159. dan mu‟minin, keluarga Nabi Ibrahim merupakan keluarga yang tepat sebagai keluarga mu‟minin, yaitu keluarga yang benar-benar beriman kepada Allah Swt. Dan nilai-nilai yang dapat diteladani dari keluarga Ibrahim a.s diantaranya: religius, toleransi, kerja keras, tanggug jawab, bersyukur.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Users 516 not found.
Date Deposited: 08 Jan 2018 04:31
Last Modified: 08 Jan 2018 04:31
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/2863

Actions (login required)

View Item View Item