TOLERANSI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF TAFSIR FI ZHILALIL QUR’AN

Rahmalia, R (2018) TOLERANSI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF TAFSIR FI ZHILALIL QUR’AN. Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang, “Toleransi Beragama Dalam Perspektif Tafsir Fȋ Zhilӑlil Qur’an”. Oleh sebab itu pokok dari permasalahan dari penelitian ini adalah:1. Bagaimana penafsiran Sayyid Quthub terhadap ayat tentang toleransi? 2. Bagaimana cara bertoleransi yang sesuai dengan aturan dan syariat yang ada dalam al-Qur‟an menurut tafsir Fȋ Zhilӑlil Qur‟an?. Dalam konteks toleransi antar umat beragama, Islam berarti memiliki konsep yang jelas. Tidak ada paksaan dalam agama.      “ untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku “ adalah contoh populer dari toleransi dalam Islam. Fakta-fakta historis itu menunjukkan bahwa masalah toleransi dalam Islam bukanlah konsep asing. Penelitian ini berjenis penelitian pustaka (library research) yaitu suatu kegiatan mendalami, mencermati, menelaah dan mengidentifikasi hal-hal yang telah ada. Penelitian ini bersifat deskriptif yakni menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat sesuai dengan subyek atau obyek yang ada. Pengumpulan dan pengolahan data dalam penelitian ini, yaitu menetapkan permasalahan yang akan dibahas (topik), menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya, disertai pengetahuan azbab an-nuzul (sebab-sebab turunnya) jika ada, munasabah ayat dalam suratnya masing-masing. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deduktif, metode content analysis, dan metode hermeneutika. Sehingga hasil penelitian ini diharapkan lebih informative, komprehensif dan praktis.Dari analisis peneliti tentang toleransi beragama dalam persfektif tafsir Fȋ Zhilӑlil Qur‟an adalah bahwa konsep toleransi yang ditawarkan Sayyid Quthb memiliki batasan yang ketat. Quthb memandang toleransi sebagai karakter agama Islam berdasarkan ayat-ayat alQur‟an yang menerangkan hubungan antara umat Islam dengan penganut agama lain. Walaupun Sayyid Quthb menjadi salah satu rujukan gerakan radikal keagamaan, ia juga sangat keras terhadap Barat dan orang kafir dalam hal-hal tertentu. Tetapi, sisi lain yang jarang digali dari sosok Sayyid Quthb adalah pandangannya terkait toleransi. Menurutnya, siapa saja diantara Yahudi, Nasrani yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta beramal saleh, mereka akan mendapatkan pahala di sisi Tuhannya, dan tidak merasa khawatir dan tidak bersedih hati. Akidah bukan fanatisme golongan atau bangsa, dan tidak melarang interaksi sosial dengan penganut agama lain, seperti Yahudi dan Nasrani, karena merupakan bagian dari pluralitas agama dan suku manusia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Users 516 not found.
Date Deposited: 08 Jan 2018 04:22
Last Modified: 08 Jan 2018 04:22
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/2862

Actions (login required)

View Item View Item