Metode Dakwah Menurut Al-Qur'an Dalam Pengembangan Masyarakat Islam

Rahmawati , Farida (2017) Metode Dakwah Menurut Al-Qur'an Dalam Pengembangan Masyarakat Islam. Masters thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (216kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (366kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (839kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (577kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (151kB) | Preview
[img] PDF
Restricted to Registered users only

Download (193kB)

Abstract

Menyikapi keadaan zaman dan inovasi manusia modern yang semakin mutakhir, dalam korelasinya dengan aktifitas dakwah dewasa ini sebagai suatu aktifitas keagamaan, maka dakwah harus diekspresikan lebih baik dan lebih menarik agar tidak ditinggalkan oleh para jamaahnya. Seiring dengan perkembangan masyarakat maka reposisi dan reformulasi pelaksanaan dakwah adalah merupakan tuntutan bahkan keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, terutama yang berkaitan dengan metode penyampaiannya. Ketepatan metode merupakan suatu unsur yang sangat fundamental dalam penyebaran ajaran-ajaran agama. Karena keberadaannya merupakan ukuran sekaligus determinan berhasil tidaknya dakwah islam. Apalagi ditengah pergumulan agama-agama di dunia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis secara mendalam Metode Dakwah Menurut Al-Qur’an Dalam Pengembangan Masyarakat Islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: ”Bagaimana Metode Dakwah Menurut Al-Qur’an Dalam Pengembangan Masyarakat Islam?”. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bentuk Penelitian Pustaka (library reseach). Sumber datanya mencakup al-Qur’an dan kitab tafsir. Adapun kitab tafsir yang digunakan adalah Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Maraghi, dan Tafsir al-Razi.. Serta buku-buku yang berkaitan dengan metode dakwah. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi pustaka yang kemudian dianalisis dengan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan ; Metode dakwah yang termuat dalam al-Qur’an dapat dikelompokkan menjadi empat macam yaitu: a. Metode da’wah bi al-hikmah adalah metode da’wah yang menggunakan ilmu, dengan bahasa yang menyentuh, sesuai dengan kedaan orang yang diseru, serta berdasarkan kebenaran, baik secara akal maupun nilai al-Qur’an, b. Metode dakwah Mauidzoh hasanah yaitu mengajak orang lain untuk memahami ajaran Islam dengan mempergunakan bahasa yang dapat menyentuh jiwanya melalui nasehat dan wasiat, tabsyir wa al-tanzir serta diiringi dengan panutan yang baik (uswatun hasanah), c. Metode mujadalah yang dimaksud al-Qur’an didasari kepada burhan (argumentasi yang valid), dalil yang kompleks dan dapat memberikan petunjuk terhadap orang kafir serta dapat membawanya kembali kepada semua maqasyid al-syar’iyah dan furu’nya, dan d. Metode jihad yaitu cara berdakwah dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki baik harta, maupun diri, termasuk didalamnya pikiran, lisan dan yang lainnya. Dalam kontek kekinian jihad yang dilakukan adalah membangunkan umat islam untuk menyadari kemunduran yang dahsyad disegala bidang baik ekonomi, birokrasi, militer maupun kehidupan bermasyarakat. Pengembangan masyarakat Islam menunjuk kepada pemberdayaan tiga potensi dasar manusia, yakni potensi fisik, potensi akal dan potensi qalbu. Dan secara lebih konkrit dalam konteks pengembangan masyarakat Islam, yaitu pemberdayaan dalam tatanan rohaniyah, intelektual dan ekonomi. Sehingga metode yang lebih tepat dengan menggunakan metode Bil Hal. Metode-metode dakwah yang dapat digunakan dalam dakwah bil-hal yaitu: a. interaksi langsung antara da’i dengan masyarakat sebagai mad’u (Direct Contact (face to face relation), b. Menampilkan proses suatu perubahan atau dikenal dengan metode Demonstrasi Proses, dan c. Mendemonstarsikan cara-cara baru yang lebih efektif dan efesien. Metode ini dikenal dengan metode Demontrasi Hasil. Adapun tahapan–tahapan nya yaitu: takwin, tanzim dan taudi. Takwin adalah tahap pembentukan masyarakat Islam. Kegiatan pokok tahap ini adalah dakwah bil-lisan sebagai ikhtiar sosialisasi akidah, ukhuwah dan ta’awun, Tahap berikutnya adalah v tanzim, yakni tahap pembinaan dan penataan masyarakat. Pada fase ini internalisasi dan eksternalisasi Islam muncul dalam bentuk institusionalisasi Islam secara komprehensif dalam realitas sosial, dan tahap taudi’ adalah tahap keterlepasan dan kemandirian. Pada tahap ini, umat telah siap menjadi masyarakat mandiri, terutama secara manajerial.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: Ms. Rohai Inah Indrakasih
Date Deposited: 07 Mar 2017 06:10
Last Modified: 07 Mar 2017 06:10
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/276

Actions (login required)

View Item View Item