PEMBERDAYAAN NARAPIDANA MELALUI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SAYURAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA KELAS II A WAY HUI BANDAR LAMPUNG

Nursiyah, N (2017) PEMBERDAYAAN NARAPIDANA MELALUI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SAYURAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA KELAS II A WAY HUI BANDAR LAMPUNG. Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Download (7MB)

Abstract

Pemberdayaan menekankan bahwa orang memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan kekuasaan yang cukup untuk mempengaruhi kehidupannya dan kehidupan orang lain yang menjadi perhatiannya. Pemberdayaan ini dilakukan pada narapidana dengan memberikan pelatihan atau pendidikan luar sekolah, karna fungsi pendidikan khusus yang dilaksanakan di Lapas, terletak pada fungsi yang diembannya, penyelenggaraan proses penyadaran dan readjustment bagi para napi (orang-orang yang pernah melakukan pelanggaran hukum, bukan orang biasa), agar mereka tidak melanggar ketetapan hukum dan norma-norma yang dianut masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penulis mengambil data sampel dengan menggunakan purposive sampling yang berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi partisipan, interview bebas terpimpin, dan dokumentasi. Analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Kesimpulan dari hasil temuan penulis bahwa pemberdayaan narapidana melalui pengembangan agribisnis sayuran di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Way Hui Bandar Lampung dalam bidang pertanian yang memberikan pelatihan sayuran meliputi; pertama perencanaan, didalam perencanaan menentukan tujuan pelatihan, menyiapkan sarana dan prasarana, jadwal pelatihan, menentukan instruktur, dan kurikulum pembelajaran. Kedua pelaksanaan, didalam pelaksanaan ini merealisasikan apa yang telah direncanakan, yaitu menjadikan WBP mandiri dengan skill yang diberikan melalui pelatihan budidaya sayuran, pelatihan tersebut mengajarkan cara pengelolaan lahan sayuran, perawatan, pengolahan hasil sayuran, hingga pemasaran. Dalam pelatihan ini juga tidak lepas dari peran agama yang menumbuhkan kesadaran pada narapidana/Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pemberdayaan ini dilakukan melalui ketua kelompok narapidana/WBP yang berperan sebagai penggerak, pemberi informasi kepada kelompoknya, mengkordinir tugas kerja, serta mengawasi berjalannya kegiatan. Ketiga monitoring dan evaluasi, monitoring dilakukan oleh instruktur untuk melihat perkembangan pelatihan selama dilaksanakan, sedangkan evaluasi dilakukan oleh instruktur dan pihak Lapas yang dilakukan setiap per semester, dalam evaluasi ini rata-rata prilaku narapidana/WBP meningkat kearah yang lebih baik dari yang sebelumnya. Kata Kunci; Pemberdayaan Narapidana

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: Drs Elzondry Azly
Date Deposited: 19 Dec 2017 00:22
Last Modified: 19 Dec 2017 00:22
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/2654

Actions (login required)

View Item View Item