SENI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN PERENNIALISME DALAM PANDANGAN SEYYED HOSSEIN NASR

Ikhsan, Surandy (2017) SENI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN PERENNIALISME DALAM PANDANGAN SEYYED HOSSEIN NASR. Masters thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (8MB) | Preview

Abstract

Paradigma modernisme yang telah keliru dalam memandang realitas (weltanschaung) sejak renaissance di Eropa itu turut menyisakan jejak-jejak krisisnya yang mendeviasikan berbagai aspek kehidupan, terutama poros intelektualitas-spiritual, akibatnya seni tidak berfungsi secara spiritual. Pada masanya paradigma modernisme tersebut dikritisi secara intelektual yang hadir melalui para Filsuf Perennialis-Sufi Tradisionalis dengan berupaya mengorientasikan kembali pandangan hidup kepada pengetahuan hikmah ilahi (theosentris) sebagai landasan kehidupan dan esensi tiap peradaban tradisi dan agama, yang disebutnya filsafat perennial atau sophia perennis (perennialisme). Diantara tokoh yang berperspektif demikian ialah Seyyed Hossein Nasr, cendikia muslim bermazhab perennialisme dengan berupaya membangkitkan sekaligus mengembangkan paradigma perennialisme di Timur dan Barat, dan diantara upaya yang cukup relevan membangkitkan kembali paradigma perennial-tradisi tersebut ialah dengan mengembalikan hakikat seni secara fungsional-spiritual sehingga mampu mengatasi persoalan hidup khususnya di dunia modern. Untuk itu perlulah diteliti di sini dengan mengorientasikan penelitian pada pembahasan, “Apa dan bagaimana pandangan Seyyed Hossein Nasr mengenai Seni serta relevansinya terhadap pengembangan perennialisme?”. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif (deskriptif-analitis) dalam bidang filsafat dengan bentuk kepustakaan (library research). Model penelitian historis-faktual mengenai tokoh. Data-data primer dan sekunder dikumpulkan lalu dilakukan inventarisasi yang selanjutnya diupayakan analisa isi agar memperoleh nilai objektif dan holistis, maka untuk mendukung hal itu peneliti menggunakan beberapa prosedural metode analisis data antara lain; metode historis berkesinambungan, metode verstehen, metode interpretasi-hermeneutis, dan metode heuristika. Penelitian menghasilkan beberapa temuan antara lain; 1) Diketahuinya pandangan Seyyed Hossein Nasr sebagaimana pandangan perennialis mengenai seni adalah perwujudan manifestasi ruh, dengan dimensi alam hierarkisnya memiliki makna dan fungsi spiritual yang terkategorikan pada seni sakral, seni tradisional dan seni religius, sehingga Seyyed Hossein Nasr mengkritisi seni profan yang anti terhadap seni metafisis tersebut; 2) Terungkapnya pandangan Seyyed Hossein Nasr mengenai relevansi seni terhadap pengembangan perennialisme, diantaranya; Mengutuhkan nilai ketauhidan peradaban Agama-Agama; Mengharmonisasikan nilai-nilai Keindahan, Kebenaran dan Kebaikan yang abadi; Mentransformasikan jiwa manusia secara spiritual kepada alam transendental sebagai makhluk teomorphis-cerminan Ilahi yang puncaknya tercermin pada diri Nabi sebagai Logos-Insân Kâmil-Uswatun Hasanah; akhirnya seni mencakrawalakan kehidupan simbol dari berbagai manifestasinya yang menghadirkan hikmah abadi kepada segenap realitas kehidupan untuk senantiasa merealisasikan spirit “ingatan-kesadaran-dzikir” kepada Asal dan Sumber, Dialah Allah SWT Yang Maha Benar nan Indah.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Filsafat Agama
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Filsafat Agama
Depositing User: ADMINLIB PERPUSTAKAAN
Date Deposited: 27 Nov 2017 03:38
Last Modified: 27 Nov 2017 03:38
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/2452

Actions (login required)

View Item View Item