LARANGAN PERNIKAHAN SEPERSUSUAN (Dalam Perspektif Hadis dan Medis)

Nursusanti , Eli (2017) LARANGAN PERNIKAHAN SEPERSUSUAN (Dalam Perspektif Hadis dan Medis). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK LARANGAN PERNIKAHAN SEPERSUSUAN (Dalam Perspektif Hadis dan Medis) Oleh : ELI NURSUSANTI Pernikahan telah mendapatkan tempat yang sangat mulia dalam syari’at islam, namun ada salah satu pernikahan yang haram dilakukan untuk selamanya di antaranya yaitu haram karena sepersusuan, apabila syarat persusuan telah terpenuhi maka pernikahan tersebutpun haram untuk di lakukan sabagaimana haramnya karena nasab. Pernikahan sepersusuan di larang dalam agama karena ternyata larangan tersebut memiliki hikmah tersendiri bagi umat islam, yaitu pernikahan sepersusuan memiliki dampak yang sangat buruk, terutama bagi pasangan sepersusuan maupun keturunan dari hasil pernikahan sepersusuan tersebut. Untuk mendapatkan kesimpulan yang benar maka dalam skripsi ini peneliti akan mengkaji tentang larangan pernikahan sepersusuan. Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian (Library Research) yang mana melalui pendekatan hadits dan medis, beberapa langkah metode yang peneliti tempuh yaitu: metodologis yang peneliti tempuh adalah dengan metode kritik sanad danmatan, ini merupakan sebuah upaya untuk mencari hadits yang kualitasnya shahin, baik dari segi sanad maupun matan dan juga dapat di jadikan hujjah. Selanjutnya melakukan takhrij dengan metode takhrij peneliti dapat menemukan hadits-hadits tentang larangan pernikahan sepersusuan yang terdapat dalam kutubut tis’ah. Dalam penelitian sanad hadits peneliti membuat i’tibar untuk mengetahui syahid dan mutabi’ hadits tersebut. Untuk meneliti matan hadits peneliti menggunakan metodologis penelitian matan hadits, yaitu meneliti matan dengan melihat kualitas sanad-nya, meneliti susunan lafadz berbagai matan yang semakna, meneliti kandungan matan, dan kemudian menyimpulkan hasil penelitian matan, dan mengkaji dengan kajian medis.Setelah penelitian sanad dan matan maka peneliti menyimpulkan, bahwa hadits yang peneliti teliti mempunyai derajat shahih, tidak adanya Syadz dan ‘Illatnya, tidak bertentangan dengan dalil yang lebih kuat, tidak bertentangan dengan akal sehat, indra dan sejarah, menyimpulkan tentang kesesuaiannya dengan ilmu medis. Sehingga hadits diatas dapat dijadikan hujjah. Adapun penelitian tersebut, menghasilkan kesimpulan kualitas sanad dan matan hadits tentang larangan pernikahan sepersusuan dilihat dari aspek kualitasnya, hadits diatas termasuk dalam hadits shahih, baik matan maupun sanadnya, hubungan karena sepersusuan terbukti sama halnya dengan hubungan karena nasab karena adanya perpindahan gen dari ASI orang yang menyusui kepada bayi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: HAMID FAHMI FAHMI
Date Deposited: 16 Nov 2017 04:09
Last Modified: 16 Nov 2017 04:09
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/2057

Actions (login required)

View Item View Item