MAKNA HARI BESAR KEAGAMAAN (Perbandingan Tahun Baru Hijriah dan Tahun Baru Imlek di Kecamatan Bunga Mayang)

Yunianto, M.bery (2017) MAKNA HARI BESAR KEAGAMAAN (Perbandingan Tahun Baru Hijriah dan Tahun Baru Imlek di Kecamatan Bunga Mayang). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (27kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (12kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (150kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (35kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (43kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (34kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (51kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (32kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (20kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (22kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK MAKNA HARI BESAR KEAGAMAAN ISLAM DAN KHONG HU CHU Oleh M. Bery Yunianto Perayaan hari besar keagamaan merupakan momen penting untuk meningkatkan ketaqwaan dan mensyukuri nikmat Tuhan sepanjang perjalanan umat manusia. Dalam hal ini penulis memilih sebuah judul “Makna Hari Besar Keagamaa Islam dan Khong Hu Chu (Perbandingan Tahun Baru Hijriyah dan Tahun Baru Imlek di Kecamatan Bunga Mayang). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah gambaran makna perayaan Tahun Baru Hijriyah dan Tahun Baru Imlek di Kecamatan Bunga Mayang, dan untuk mengetahui bagaimana dampak perayaan tahun baru hijriyah dan tahun baru Imlek. Dalam rangka pengumpulan data peneliti melakukan penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan pendekatan Sosiologis. Data yang diperoleh selanjutnya dihimpun, dianalisis, dan disimpulkan dengan menggunakan metode kualitatif. Analisis ini untuk membuktikan yang diajukan sebelumnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Tahun baru Hijriyah memiliki arti tersendiri bagi umat islam untuk merayakan tahun baru Hijriyah dengan berbagai aktivitas Hijriyah dan hal-hal yang bernilai positif. Bagi orang jawa tahun baru Hijriyah bersamaan dengan malam satu Suro disambut dengan berbagai perayaan tirakat, begadang sampai pagi, zikir, dan hal-hal yang dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan makna yang terkandung dalam perayaan tahun baru Imlek adalah sebuah momen untuk mengunjungi sanak saudara dan handai tolan untuk bersilaturahmi. Hal yang umum dilakukan adalah kunjungan dari anak-anak pada orang tuanya, di mana si anak biasanya datang untuk melakukan penghormatan pada orangtua atau orang yang lebih tua. Sebaliknya, orang tua yang dikunjungi biasanya memberikan hadiah berupa amplop merah (angpao) yang berisi uang atau perhiasan pada sang anak ataupun mereka yang lebih muda.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: HAMID FAHMI FAHMI
Date Deposited: 10 Nov 2017 08:09
Last Modified: 10 Nov 2017 08:09
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/2042

Actions (login required)

View Item View Item