Analisis putusan pengadilan agama tentang hak hadhanah pada mantan suami:studi di pengadilan agama kelas 1A Tanjung Karang

Yani, Yuli (2017) Analisis putusan pengadilan agama tentang hak hadhanah pada mantan suami:studi di pengadilan agama kelas 1A Tanjung Karang. Masters thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (910kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (23kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (310kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (460kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (170kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (311kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (102kB) | Preview
[img]
Preview
PDF
Download (87kB) | Preview

Abstract

Mengasuh dan memelihara anak merupakan kewajiban dan tanggung jawab kedua orang tua hal itu telah dijelaskan dalam pasal 45 Undang-undang Perkawinan begitu juga dalam hukum Islam menegaskan bahwa menjaga keturunan merupakan salah satu tujuan syariat Islam. Ketika orang tua masih dalam satu ikatan perkawinan, pengasuhan anak dapat dilaksanakan secara bersama-sama namun bila terjadi perceraian antara kedua belah pihak maka sering kali anaklah yang menjadi korbannya, untuk itu Undang-undang maupun hukum Islam telah memberikan aturan tentang hak hadhanah anak ketika terjadi perceraian. Permasalahan yang dijadikan obyek kajian penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hakim dalam pelaksanaan putusan mengenai hadhanah pada mantan suami di Pengadilan Agama Kelas 1A Tanjung Karang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan hukum normatif dengan kualitatif yang bersifat pustaka (Library Research) dan bersifat analitis. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan melakukan kajian terhadap sumber data yang berupa bahan hukum, baik berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier metode pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan cara editing,coding, reconstructing, dan constructing/ systematizing. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan metode berfikir induktif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Pengadilan Agama Kelas 1A Tanjung Karang dalam memutuskan perkara hadhanah terhadap anak yang belum mumayyiz diberikan kepada ayahnya. Majelis Hakim dalam pertimbangan putusannya mengesampingkan pasal 105 Kompilasi Hukum Islam. Hal ini didasarkan kepada Yurisprudensi MA yang mengandung kaidah hukum bahwa pemeliharaan anak (hadhanah) tidak mutlak kepada ibunya seperti Pasal 105 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam tetapi dapat diberikan kepada ayahnya dengan pertimbangan kemaslahatan anak atau kepentingan terbaik baik anak. Pertimbangan lain yang yang digunakan oleh Majelis Hakim adalah dengan melihat kepada aspek moral justice anak tersebut, karena anak tersebut sudah nyaman dan tentram tinggal bersama ayahnya. Jika dilihat dari hukum positif Indonesia, pemberian hadhanah ini sudah tepat diserahkan kepada ayahnya yakni dengan memperhatikan kemaslahatan dan perlindungan anak tersebut, dalam pasal 49 (1) UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bahwa salah satu orang tua dapat dicabut kekuasaannya terhadap anaknya baik karena ia lalai, mapun karena berkelakuan buruk. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang hukum Islam, pemberian hadhanah juga sudah tepat diberikan kepada ayahnya karena berdasarkan teori maslahat bahwa kemaslahatan dan kenyamanan anak lebih diutamakan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Ilmu Syariah dan Hukum Keluarga
Depositing User: Ms. Rohai Inah Indrakasih
Date Deposited: 08 Nov 2017 07:56
Last Modified: 08 Nov 2017 07:56
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/1980

Actions (login required)

View Item View Item