PERNIKAHAN DINI DALAM PERSPEKTIF HADITS (Studi Hadits Pernikahan 'Aisyah dengan Rasulullah SAW)

Suryati, S (2017) PERNIKAHAN DINI DALAM PERSPEKTIF HADITS (Studi Hadits Pernikahan 'Aisyah dengan Rasulullah SAW). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (17MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK PERNIKAHAN DINI DALAM PERSPEKTIF HADÎTS (Studi Hadîts Pernikahan ‘Aisyah r.a dengan Nabi SAW) Oleh: SURYATI Usia perkawinan khususnya untuk perempuan, secara tegas tidak disebutkan dalam al-qur’an maupun hadîts Nabi, sehingga anak perempuan pada usia yang belum memahami arti berumah tangga maka nikahnya adalah sah. Namun para ulama perlu memberikan batas minimal usia perkawinan dengan alasan untuk kemaslahatan bagi pasangan suami istri. Oleh karena itu mengingat besarnya tanggung jawab dalam mengarungi sebuah rumah tangga dibutuhkan kematangan pesikologis maupun kematangan reproduksi dan kedewasaan/kemampuan pesikis kedua mempelai. Penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) yang mana melalui pendekatan sejarah, dengan memperhatikan kondisi social budaya dan sosio-kultural yang melatarbelakangi hadits tersebut untuk memperoleh pemaknaan dan pemahaman sesuai dengan apa yang dimaksud dan dikehendaki oleh hadits, serta dapat diterapkan dalam konteks kekinian.Langkah-langkah metodologis yang penulis tempuh adalah dengan metode kritik sanad dan matan, ini merupakan sebuah upaya untuk mencari hadi-hadis yang kualitasnya shahih, baik dari segi sanad maupun dari segi matan dan bisa dijadikan hujjah. Selanjutnya penulis melakukan takhrij al-hadits dari al-kutub at-tis’ah dengan menggunakan al Maktabah As Syamilah. Adapun metode pengumpulan datanya adalah dengan metode dokumentasi yang berusaha mengumpulkan seluruh data primer dan sekunder. Data primer yang termasuk dalam al-Kutub at-Tis’ah dan juga kitab-kitab syarh hadits. Sedangkan data sekunder adalah literature-literatur yang berkaitan dengan pembahasan masalah budaya dan pernikahan pada masa Nabi. Adapun penelitian tersebut, menghasilkan kesimpulan bahwa hadîts tentang usia pernikahan ‘Aisyah r.a. Adalah Sahîh sanad maupun matannya, sehingga dapat dijadikan hujjah. serta bersifat Khusus bagi Nabi. Mempunyai relevansi dengan perkembangan zaman, dengan catatan memenuhi ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam hadîts yakni pernikahan harus berdasarkan restu dari wali mujbir, adanya tujuan kemaslahatan, dan adanya kematangan emosional (mental), spiritual (keberagamaan), dan juga fisik. Hikmah dari pernikahan ‘Aisyah r.a yaitu mempererat persahabatan dan persaudaraan dengan Abu Bakar r.a, menambah kemuliaan keluarga Abu Bakar r.a. karena menjadi keluarga manusia pilihan Allah swt, sebab pada usia yang masih muda ‘Aisyah r.a mempunyai kecerdasan dan ingatannya yang sangat kuat (tsâbit), dan ‘Aisyah r.a dapat menjadi rujukan bagi para sahabat sepeninggal Rasulullah saw.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: HAMID FAHMI FAHMI
Date Deposited: 08 Nov 2017 01:38
Last Modified: 08 Nov 2017 01:38
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/1934

Actions (login required)

View Item View Item