PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM (RELIGIUS-RASIONAL) STUDI TOKOH MOHAMMAD NATSIR DAN HARUN NASUTION

AKBAR, TANJUNG (2021) PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM (RELIGIUS-RASIONAL) STUDI TOKOH MOHAMMAD NATSIR DAN HARUN NASUTION. Masters thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Download (4MB)
[img] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM (RELIGIUS-RASIONAL) STUDI TOKOH MOHAMMAD NATSIR DAN HARUN NASUTION Pendidikan merupakan corak hitam putihnya perjalanan hidup seseorang. Di dalam ajaran Islam telah menetapkan bahwa pendidikan merupakan salah satu kegiatan yang wajib hukumnya bagi laki laki dan perempuan, dan sangat dibutuhkan seumur hidup. Menurut Ahmad Tafsir secara umum tujuan Pendidikan ialah manusia yang baik. Kedudukan tersebut secara tidak langsung telah menempatkan pendidikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan hidup dan kehidupan umat manusia. Salah satu tantangan pendidikan Islam saat ini adalah masih terjadinya dikotomi ilmu, artinya terjadi pemisahan antara ilmu- ilmu agama dan ilmu- ilmu dunia yang saling menafikan satu sama lain. Maka dari itu, penulis kemudian membahas kembali tentang pemikiran tokoh dan intelektual muslim Indonesia yang mencoba untuk merumuskan pendidik dalam pendidikan Islam yang lebih moderat (religius- rasional) sesuai dengan harapan agama, bangsa dan Negara, yaitu Mohammad Natsir dan Harun Nasution. Oleh karena itu, penulis mengambil judul “Pendidik Dalam Pendidikan Islam (Religius-Rasional) Studi Tokoh Mohammad Natsir dan Harun Nasution”. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apa Hakikat Pendidik dalam Pendidikan Islam Religius-Rasional ? (2) Apa Karakteristik Pendidik dalam Pendidikan Islam Religius-Rasional ? (3) Apa Tugas Pendidik dalam Pendidikan Islam Religius-Rasional? Dalam pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah library research. Sebagaian data primer yaitu karya Mohammad Natsir dan Harun Nasution sedangkan data sekunder yaitu kepustakaan yang menunjang data primer. Tekhnik Pengumpulan data menggunakan tekhnik kepustakaan, sedangkan tekhnik analisis data menggunakan analisis isi ( content analysis ). Dari hasil temuan penulis menemukan adanya persamaan Pemikiran Mohammad Natsir dan Harun Nasution tentang pendidik, dimana keduanya sama sama menekankan bahwa seorang pendidik harus memiliki daya analisis yang tinggi dengan keseimbangan antara akal dan wahyu, religious dan rasional, serta dzikir dan fikir. Sehingga seorang pendidik bisa menciptakan generasi penerus peradaban yang mengedepankan kedua aspek tersebut serta tidak lagi berdebat dan mendikotomikan antara aspek duniawi dan ukhrowi. Kata Kunci : Pendidik, Religius Rasional, Studi Tokoh Mohammad Natsir, Studi Tokoh Harun Nasution iiABSTRACT EDUCATION IN ISLAMIC EDUCATION (RELIGIOUS-RASIONAL) STUDY OF FIGURES MOHAMMAD NATSIR AND HARUN NASUTION Education is a black and white pattern of one's life journey. In Islamic teachings it has been determined that education is one of the activities that are obligatory for both men and women, and is very much needed for life. According to Ahmad Tafsir in general the purpose of education is a good human being. This position has indirectly placed education as an inseparable part of life and human life. One of the challenges of Islamic education today is the dichotomy of science, meaning that there is a separation between religious sciences and world sciences which deny each other. Therefore, the author then discusses the thoughts of Indonesian Muslim figures and intellectuals who try to formulate educators in more moderate (religious-rational) Islamic education in accordance with the expectations of religion, nation and state, namely Mohammad Natsir and Harun Nasution. Therefore, the author takes the title "Educators in Islamic Education (Religious- Rational) Study of the Characters of Mohammad Natsir and Harun Nasution". The formulation of the problem in this study are (1) What is the Nature of Educators in Religious-Rational Islamic Education? (2) What are the Characteristics of Educators in Religious-Rational Islamic Education? (3) What are the Duties of Educators in Religious-Rational Islamic Education? In this research approach using a qualitative approach with the type of research is library research. Part of the primary data is the work of Mohammad Natsir and Harun Nasution, while the secondary data is the literature that supports primary data. Data collection techniques using library techniques, while data analysis techniques using content analysis. From the findings, the authors found that there are similarities in the thoughts of Mohammad Natsir and Harun Nasution about educators, both of which emphasize that an educator must have high analytical power with a balance between reason and revelation, religious and rational, and dhikr and thought. So that an educator can create the next generation of civilization that puts these two aspects forward and no longer argues and dichotomizes between worldly and ukhrowi aspects. Keywords: Educator, Religious Rationale, Study of Mohammad Natsir's Figure, Study of Harun Nasution's Character

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 25 Jun 2021 03:34
Last Modified: 25 Jun 2021 03:34
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/14884

Actions (login required)

View Item View Item