IMBALAN MEMBACA AL-QURÂN DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AHKAM

HARTONO, Pangadi (2021) IMBALAN MEMBACA AL-QURÂN DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AHKAM. Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Download (4MB)
[img] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Masalah imbalan (upah) membaca al-Qurân dikalangan masyarakat masih menjadi polemik. Kebanyakan masyarakat yang kita jumpai tidak mengetahui arti dan makna imbalan yang sebenarnya, manusia hanya mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang terjadi dilingkungan hidupnya. Aspek budaya "perasaan" dan ketidaktahuan tentang hukumnya adalah beberapa di antara faktor penyebabnya. Penelitian ini berusaha untuk menjawab pertanyaan ini, yakni bagaimana penafsiran Al-Qurtubi tentang memberikan imbalan terhadap pembaca al-Qurân dalam kitab tafsir al-Jami' Li Ahkam al- Qurân?. Tujuan penelitian dari rumusan masalah di atas adalah untuk mengetahui penafsiran Al-Qurtubi tentang memberikan imbalan terhadap pembaca al-Qurân dalam kitab tafsir al-Jami' Li Ahkam al- Qurân. Penelitian ini menggunakan metode tafsir Maudhu'i (tematik). Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau Library Research dengan menggunakan data primer Tafsir al-Jami' Li Ahkam al-Qurân karangan Al-Qurtubi. Adapun langkah pokok analisis data dalam penelitian ini diawali dengan inventarisasi teks berupa ayat, mengkaji teks, melihat historis ayat dan melihat hadits. Selanjutnya diintreprestasikan secara objektif dan dituangkan secara deskriptif, kemudian ditarik beberapa kesimpulan secara deduktif. Dari proses penelitian, didapatkan hasil bahwa Al-Qurtubi menjelaskan penafsiran yang berkaitan dengan imbalan dalam kitab Tafsir al-Jami' Li Ahkam al-Qurân memperbolehkan menerima imbalan dari hasil membaca al- Qurân dan ilmu pengetahuan lainnya, karena yang demikian itu termasuk bagian dari syiar Islam. Imam al-Qutubi juga menguatkan ungkapannya dengan hadits yang berkualitas hadits shahih tentang boleh menerima imbalan membaca al-Qurân yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas dalam kitab At-Tidzkar Fi Afdhalili Adzkar, hadits ini terdapat juga dalam kitab Shahih Bukhari, dengan demikian hadits tersebut bisa dijadikan hujjah atau dalil tentang boleh menerima atau mengambil imbalan terhadap pembaca al-Qurân. Jika memang mengambil imbalan berupa bayaran membaca al-Qurân, maka hendakalah tetap menjaga keikhlasan dalam diri dan tidak menjadikan imbalan tersebut sebagai tujuan utamanya, karena hal itu bisa menjadikan sia-sia disisi Allah SWT.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 17 Jun 2021 06:55
Last Modified: 17 Jun 2021 06:55
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/14712

Actions (login required)

View Item View Item