IMPLEMENTASI WAQAF TERHADAP MAKNA AYAT (Studi Komparatif Mushaf Standar Indonesia & Mushaf Madinah)

ARIF, YULIANTO (2021) IMPLEMENTASI WAQAF TERHADAP MAKNA AYAT (Studi Komparatif Mushaf Standar Indonesia & Mushaf Madinah). Undergraduate thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[img] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] PDF
Download (2MB)

Abstract

BSTRAK IMPLEMENTASI WAQAF TERHADAP MAKNA AYAT (Studi Komparatif Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Madinah) Oleh : Arif Yulianto Al-Qur‟an merupakan kitab suci yang dijadikan pedoman bagi kehidupan umat Islam. Sebagai kitab suci yang tekstual, pemahaman terhadap Al-Qur‟an didapat melalui sebuah penafsiran dan seseorang dapat dikatakan sempurna pemahamannya jika memahami tentang waqaf. Tanda waqaf sangat membantu para qari‟ untuk mengetahui tempat berhenti yang baik tanpa harus mempertimbangkan makna. Skripsi ini meneliti tentang waqaf yang tercantum di dalam mushaf Al�Qur‟an. Menganalisis tentang bagaimana implementasi waqaf terhadap makna ayat dan bagaimana implikasinya. Kajian ini memfokuskan pada mushaf standar Indonesia dan mushaf Madinah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Sumber data primer yang didapat dari mushaf standar Indonesia dan mushaf Madinah kemudian data skunder didapat dari berbagai sumber yaitu : buku, kitab, karya tulis, jurnal dan dokumentasi yang menjadi pendukung penelitian ini. Hasil analisis data yang didapat menyimpulkan bahwa : Pertama, standarisasi mushaf standar Indonesia dari segi penyusunannya mengacu pada mushaf riwayat Hafs dari ‘Ashim yang telah dibakukan rasm usmaninya tanpa melakukan tarjih Al-Riwayat, dhabt, syakal, dan tanda waqaf. Kemudian standarisasi mushaf Madinah dari segi penyusunannya mengikuti qira’at riwayat Hafs dari ‘Ashim yang telah dibakukan rasm usmaninya sesuai dengan riwayat syaikhani yaitu Abu Amr Al-dani dan Abu Dawud. Namun perbedaannya mushaf madinah melakukan tarjih riwayat Abu Dawud dan terkadang menggunakan riwayat Abu Amr Aldani. Kedua, mushaf standar Indonesia dan mushaf Madinah sama-sama mengacu pada hitungan Al-Kuffiyun yaitu berjumlah 6.236 ayat. mushaf sama-sama mengikuti pendapat Al-Khalil bin Ahmad, kesamaan yang dimaksud adalah bentuk harakat kasrah, fatkhah, dhommah. Ketiga, implementasi waqaf terhadap makna ayat yaitu memberi isyarat (tanda baca) bahwa redaksi ayat tersebut masih memiliki keterkaitan, masih berlanjut dan ayat tersebut tidak ada kaitan secara lafadz dan maknanya. Dengan implementasi tanda waqaf tersebut menimbulkan perselisihan pemahaman terhadap makna dan penafsiran suatu ayat, sehingga berimplikasi terhadap beberapa aspek pemahaman seperti : akidah, hukum fiqih, dan tauhid. Perbedaan waqaf dan tempat waqaf pada mushaf Indonesia dan mushaf Madinah tidaklah bertolak belakang. Perbedaan tersebut menjadi gambaran bahwasannya tanda waqaf sangat beragam karena tanda waqaf adalah hasil ijtihad para ulama‟ Al-Qur‟an. Keragaman tanda waqaf tentunya menambah pengetahuan dan wawasan dalam khazanah keilmuan Al-Qur‟an. Selain dari pada itu, waqaf sangat membantu untuk memperindah bacaan dan membaca secara tartil para qari’ saat membaca Al-Qur‟an. Sedangkan bagi qari’ yang awam dengan bahasa Arab memudahkan dalam menentukan dimana memulai dan menghentikan bacaan tanpa harus mempertimbangkan makna.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 16 Jun 2021 02:55
Last Modified: 16 Jun 2021 02:55
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/14677

Actions (login required)

View Item View Item