ANALISIS PEMIKIRAN NASIONALISME HASAN AL-BANNA DAN RELEVANSINYA DI INDONESIA

ILHAM, TRI YUBSIR (2021) ANALISIS PEMIKIRAN NASIONALISME HASAN AL-BANNA DAN RELEVANSINYA DI INDONESIA. Undergraduate thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI FULL.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I-II-DAPUS.pdf] PDF
Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Cinta tanah air merupakan salah satu bentuk nasionalisme yang mana masyarakat suatu bangsa merasakan kesetiaan yang sangat tinggi terhadap bangsa karena mempunyai kesamaan kebudayaan dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan yang kemudian mengkristal menjadi paham kebangsaan. Dalam Islam, nasionalisme memiliki nilai-nilai universal sebagai unsur pemersatu. Nilai-nilai itu adalah agama dan keyakinan yang menjadikan pemeluknya merasa senasib sepenanggungan dan memiliki emosional yang sangat dekat dengan mengabaikan perbedaan suku dan keturunan. Hasan Al-Banna merupakan pejuang atau tokoh agama yang muncul setelah masa pembaharu Islam dengan ide dan pemikiran perjuangannya terutama dalam konsep nasionalisme. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian skripsi ini adalah bagaimanakah konsep nasionalisme Hasan Al-Banna bagaimana konsep pemikiran nasionalisme Hasan Al-Banna dan relevansinya di Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk dan konsep nasionalisme Hasan Al-Banna dan mengetahui dasar pemikiran konsep nasionalisme Hasan Al-Banna tersebut. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kepustakaan (library Research) dan sumber data sekunder yaitu buku Majmu‘atul Rasail, hasil karya Hasan Al-Banna dan data sekunder yang bersumber dari buku-buku, makalah�makalah, dokumen, artikel internet dan kisah-kisah sejarah yang berkenaan dengan konsep nasionalisme menurut Hasan Al Banna. Setelah data terkumpul maka penulis menganalisa data secara Kualitatif dan menggunakan pendekatan berpikir secara deduktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menurut Hasan Al-Banna nasionalisme itu tak berbatas pada wilayah geografis, suku bangsa, etnis. Batasan nasionalisme baginya adalah ditentukan oleh akidah dan tentu tak berbatas sesuai wilayah ataupun geografis teritorial negara. Mencintai tanah airnya dan berupaya menjaga kesatuan nasionalisme dalam pengertian kecintaan.konsep nasionalisme mereka universal dengan tidak mengenal pembatasan-pembatasan ras, teritorial, dan geografis hal ini tentunya berbeda dengan nasionalisme barat yang lebih menekankan kesetiaannya pada wilayah negara bangsa. Relevansi pemikiran tentang nasionalisme dalam Al-Quran ialah nasionalisme dalam makna luas, yaitu nasionalisme yang membanggakan negeri dan bangsa, tanpa merendahkan negeri atau bangsa yang lain. Kesimpulan ini juga memberikan gambaran bahwa nasionalisme tidak akan memecah belah persatuan umat Islam. Karena nasionalisme dalam makna luas memiliki ruang untuk saling mengenal antar satu bangsa dengan bangsa lain, tidak terkecuali untuk muwujudkan persatuan umat Islam. Selanjutnya, secara konseptual, nasionalisme dalam pemikiran Hasan Al�Banna dengan nasionalisme Indonesia memiliki sebuah relevansi, yaitu dengan melihat kesamaan prinsipnya, yaitu persamaan keturunan, bahasa, sejarah, adat istiadat, cinta tanah air, persatuan dan pembebasaan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Siyasah (Hukum Tata Negara)
Divisions: Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 11 Jun 2021 01:41
Last Modified: 11 Jun 2021 01:41
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/14524

Actions (login required)

View Item View Item