PARADIGMA MODERASI DALAM PENAFSIRAN HAMKA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KONSEP KENEGARAAN (Studi pada Tafsīr al-Azhar)

Slamet, Faozi (2021) PARADIGMA MODERASI DALAM PENAFSIRAN HAMKA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KONSEP KENEGARAAN (Studi pada Tafsīr al-Azhar). Masters thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Download (3MB)
[img] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Pada kurun waktu akhir-akhir ini, muncul berbagai permasalahan yang dihadapi umat Islam yang semakin kompleks, baik internal maupun eksternal. Diantaranya adalah munculnya sikap ekstrem dalam memahami ajaran Islam, ekstrem yang ketat maupun longgar. Di antara keunggulan Islam adalah ajaran-ajarannya yang moderat. Moderasi sangat dibutuhkan dalam merespon berbagai persoalan kontemporer, karena persoalan-persoalan yang muncul saat ini berbeda pada masa kenabian Nabi Muḥammad saw. Sikap saling menghargai dan menghormati kemajemukan budaya dan agama merupakan hal yang sangat penting dalam kompleksitas kehidupan seperti di Indonesia. Keadaan seperti ini, mungkin tidak ditemukan di negara lain. Namun keadaan ini juga rentan memunculkan perpecahan dan permusuhan, karena keutuhan suatu negara pun bergantung pada sejauh mana masyarakat dari bangsa tersebut dapat menjaga keharmonisan perbedaan, terlebih perbedaan agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui paradigma moderasi menurut Hamka pada Tafsīr al-Azhar dan implementasinya dalam konsep kenegaraan. Tentu sangat menarik untuk mengetahui perihal paradigma moderasi dalam konsep kenegaraan dan implimentasinya dalam mewujudkan toleransi antar umat beragama dan kecintaan terhadap negara sebagai wujud adanya iman. Karena walaupun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, akan tetapi penganut agama lain dapat dengan tenang dan nyaman melaksanakan ajaran agamanya, yang keadaan ini mungkin jarang ditemukan di negara muslim lainnya. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research), yang sifatnya adalah penelitian deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi yaitu meneliti naskah lama yang berkaitan dengan judul penelitian. Metode (pendekatan) yang digunakan yaitu tafsīr mauḍūʻi. Adapun dalam pengambilan kesimpulan digunakan metode induktif yaitu metode yang dipakai untuk mengambil kesimpulan dari uraian-uraian yang bersifat khusus ke dalam uraian yang bersifat umum. Secara eksplisit kata “moderasi” tidak ditemukan dalam Tafsīr al-Azhar. Namun secara implisit, banyak ditemukan nilai-nilai “moderasi” di dalam Tafsīr al-Azhar yaitu keberagaman dalam beragama sebagian dari sunnatullāh, toleransi antar umat beragama, rasa nasionalisme untuk membentuk cinta tanah air. Moderasi menurut Tafsīr al-Azhar adalah umat yang di tengah, menempuh jalan lurus, bukan terpaku kepada dunia sehingga diperbudak oleh benda dan materi, bukan pula semata-mata mementingkan ruhani, sehingga tidak bisa dijalankan, sebab tubuh ini hidup. Datangnya Islam untuk mempertemukan kembali antara kedua jalan hidup itu. Yaitu umat yang menempuh jalan tengah, menerima hidup di alam kenyataannya, percaya kepada akhirat, kemudian beramal di dunia ini, serta menjadi khalīfah Allah di atas bumi untuk menuju akhirat, karena kelak mereka akan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan Allah. viصّخلم دادزت نوملسلدا اههجاوي ةفلتمخ لكاشم ،ةيرخلأا ةنولآا في ترهظ نم .ةيجراخو ةيلخاد ،ادًيقعت ةصالخا تامسلا ينب نم .لىاستم و ددشتم فقوم ،ملاسلإا ميلاعت مهف في ةفرطتم فقاوم روهظ اهنيب ةعوملمج ةباجتسلاا في ةبولطم ةطاس ولا .ةطيس ولا وميلاعت ملاسلإل ثيح ،ةرصاعلدا لكاشلدا نم ةعونتم ديقعت في ةياغلل مهم نييدلاو فياقثلا عونتلل حماستلا .دممح ة وبن نمز في و مويلا أشنت تيلا لكاشلدا فلتتخ عضولا اذى نإف ،كلذ عمو .ىرخأ نادلب في ةلالحا هذى دجوت لا دق .ايسينودنإ في لالحا وى امك ةايلحا دلبلا كلذ بعش ةردق ىدم ىلع اضً يأ دمتعت دلب يأ ةملاس نلأ ،ةوادعلاو قرفتلا روهظ لىإ اضً يأ لييم .ةينيدلا تافلاتخلاا ةصاخو ،تافلاتخا ىلع ظافلحا ىلع يرسفت في لها رمأ م رك كلالدا دبع جالحا دنع ةيطسولا جذونم ةفرعم وى ثحبلا اذى نم فدلذا هراثآو ةلودلا موهفم في ةيطسولا جذونم ةفرعم مامتىلال يرثلدا نم ،عبطلاب .ةلودلا موهفم في هذيفنتو رىزلأا ةيبلاغ نأ نم مغرلا ىلع ونلأ .نايملإا لاكشأ نم لكشك ةينطولاو نييدلا عمتلمجا ينب حماستلا قلخ في وىو ،ةحارو ءودبه ةينيدلا مهميلاعت ةسرامد ىرخلأا تانايدلا عا بتلأ نكيم ،نوملسم ايسينودنإ ناكس .يفصو يليلتح ثبح وىو ،بيتكلدا ثحبلا ثحبلا اذى لمشي .ىرخلأا ةيملاسلإا لودلا في ردان عضو .ةساردلا ناونعب ةقلعتلدا ةيمدقلا تاطوطخلدا صحف في قيثوتلا مادختساب تانايبلا عجم ةةقيرط لثمتت مدختسُت .يعوضولدا يرسفتلا يى ةمدختسلدا ةقيرطلا في ةيئارقتسلاا بيلاسلأا يأ ،جئاتنلا صلاختسا .ماع فصو في ينعم فصو نم تاجاتنتسا صلاختسلا ةمدختسلدا قرطلا ،كلذ عمو .رىزلأا يرسفت في ةدوجوم يرغ "ةيطسولا" ةملك نأ ،حضاولا نم كانى ،ايًنمض ينب حماستلاو ،لها ةنس نم ءزجك نايدلأا عونت يىو ،رىزلأا يرسفت في "ةيطسولا" ميق نم ديدعلا مى نم مى وى رىزلأا يرسفت بسح ةيطسولا .نطولل بح ليكشتل ةيموقلاب روعشلاو ،ةينيدلا فئاوطلا لاو ،داولداو ءايشلأاب مىدابعتسا متي تىح لماعلاب نوقصتلي لا ،ميقتسلدا طارصلا في نويرسي ،لادتعلاا في لازي لا دسلجا اذى نلأ ،مهجارخإ نكيم لاف ،ايًحور ينطبترم طقف مى ينب قيفوتلل ملاسلإا مودق .ايح ،ةرخلآاب نونمؤيو ،عقاولا في ةايلحا نولبقيو ،ىطسولا قيرطلا نوكلسي نيذلا سانلا ،يأ .ةايلحا في ينبولسأ مايلأا نم موي في منهلأ ،ةرخلآا لىإ اوعج يرل ضرلأا في لها ةفيلخ نوحبصيو ،لماعلا اذى في يرلخا نولمعي ثم .لها مامأ ملذامعأ مهنع نوبساحيس viiABSTRACT In recent times, various problems faced by Muslims have become increasingly complex, internal and external. Among them, the emergence of extremist stances in understanding the teachings of Islam, a hard-line and permissive stance. Among the special features of Islam is its intermediate teachings. Moderation is required in responding to a variety of contemporary problems, as the problems arising today and at the time of Muhammad's prophecy differ. Tolerance for cultural and religious diversity is so important in complicating life as it is in Indonesia. This situation may not be found in other countries. However, this situation also tends to lead to the emergence of disunity and hostility, because the safety of a country also depends on the ability of the people of that country to maintain differences, especially religious differences. The aim of this research is to know the model of moderation according to Haji Abd al-Malik Karim Amrullah in the interpretation and implementation of Tafsīr al- Azhar in the concept of the state. Of course, it is interesting to know the model of moderation in the concept of the state and its implications for creating tolerance between religious community and patriotism as a form of faith. Because even though the majority of Indonesia's population is Muslim, followers of other religions can practice their religious teachings in peace and comfort, a rare situation in other Muslim countries. This research includes desk research, which is an analytical and descriptive research. The method of collecting data using documentation is to examine ancient manuscripts related to the title of the study. The method used is objective interpretation. Inductive methods are used for drawing conclusions, that is, methods used to draw conclusions from a given description in a general description. Obviously, the word "moderation" does not exist in Tafsīr al-Azhar. Implicitly, however, there are several values of "moderation" in the Tafsīr al-Azhar, which are the diversity of religions as part of God's law, tolerance between religious sects, and a sense of nationalism to form a love for the homeland. Moderation, according to Tafsīr al-Azhar, are those who are interested in moderation, they walk the straight path, do not cling to the world until they are enslaved to things and materials, nor are they only spiritually bound, so they cannot be removed, because this body is still alive. The advent of Islam to reconcile two ways of life. That is, people who follow the middle path, accept life in reality, believe in the hereafter, then do good in this world, and become the successor of God on earth to return to the afterlife, because one day they will be held accountable for their deeds before God.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 22 Apr 2021 05:37
Last Modified: 22 Apr 2021 05:37
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/13883

Actions (login required)

View Item View Item